Kehadiran New Veloz Hybrid EV dengan harga yang semakin terjangkau, meningkatkan minat masyarakat atas mobil hybrid Toyota. Dalam prosesnya, ada pelanggan yang memutuskan untuk membeli secara kredit agar dapat diatur sesuai rencana keuangan keluarga.
Terdapat masalah umum yang sering ditemukan, yaitu saat memutuskan kredit tapi yang dihitung hanya cicilan bulanan. Padahal, terdapat faktor biaya lain seperti asuransi, pajak, servis, BBM, dan biaya tidak terduga. Hal ini tentu akan memengaruhi dalam menghitung biaya kepemilikan mobil secara kredit.
Biaya Kredit Mobil Tidak Cukup Dilihat dari Cicilan
Kesalahan paling umum yang dilakukan calon pembeli mobil adalah “terhipnotis” oleh angka cicilan yang rendah. Banyak dealer menawarkan cicilan ringan hingga tujuh atau delapan tahun yang terlihat terjangkau secara bulanan.
Namun fokus pada angka cicilan saja dapat menjadi jebakan yang berdampak pada kesehatan finansial jangka panjang.
Tenor panjang memang membuat cicilan terasa ringan, tetapi total bunga meningkat, biaya perawatan naik seiring usia kendaraan, dan nilai jual menurun, sehingga tanpa perhitungan menyeluruh berisiko mengalami defisit kas akibat biaya tambahan yang sebenarnya dapat diprediksi.
Komponen Biaya Pembelian Mobil Secara Kredit
1. Down Payment (DP): DP menentukan besaran pokok utang, semakin besar DP, semakin ringan cicilan dan bunga
2. Tenor: Tenggang waktu pembayaran cicilan, biasanya antara 1 tahun sampai dengan 4 tahun
3. Pokok kredit dan bunga: Komponen utama cicilan di mana tenor memengaruhi keseimbangan antara beban bulanan dan bunga
4. Biaya administrasi dan provisi: Biaya awal seperti administrasi, provisi, dan fidusia yang dibayarkan di depan
5. Asuransi mobil: Wajib untuk pembelian secara kredit, dengan pilihan All Risk atau TLO, tergantung kebutuhan perlindungan.
Komponen Biaya Setelah Mobil Dimiliki
1. Pajak kendaraan tahunan: Meliputi PKB dan SWDKLLJ yang dibayar setiap tahun sesuai nilai kendaraan
2. Perawatan dan suku cadang: Servis rutin diperlukan untuk menjaga performa dan mencegah biaya besar di kemudian hari. Pelanggan Hybrid EV Toyota tidak perlu repot urusan servis berkala karena gratis biaya jasa dan parts selama 7 kali pertama.
3. BBM, tol, dan parkir: Biaya operasional harian yang bergantung pada intensitas penggunaan
4. Biaya darurat: Dana cadangan untuk kebutuhan tak terduga seperti perbaikan atau klaim asuransi.
Menghitung Kredit Mobil Hybrid Toyota
1. Tentukan Harga On The Road (OTR)
Harga OTR sudah mencakup pajak dan biaya balik nama. Sebagai contoh adalah New Veloz Hybrid EV Tipe V yang harganya Rp 303 juta (bagian dari promo Hybrid EV Untuk Semua dari harga normal Rp 308 juta).
2. Hitung Pokok Kredit
Hitung sisa pembiayaan setelah DP. Misalnya harga OTR Rp 303 juta dengan DP 20% (Rp 60,6 juta), maka pokok kredit adalah Rp 242,4 juta.
3. Estimasi Cicilan dan Bunga
Hitung total cicilan berdasarkan tenor dan bunga. Dengan asumsi bunga flat 5% pertahun dan tenor 4 tahun, total bunga adalah Rp 242,4 juta x 5% x 4 = Rp 48,48 juta. Total yang dibayar selama masa kredit menjadi Rp 290,88 juta, atau Rp 4,848 juta perbulan.
4. Tambahkan Biaya Lain
Tambahkan biaya asuransi dan administrasi ke simulasi. Asumsikan biaya asuransi tahunan sekitar Rp 10 – 12 jutaan, berarti ada tambahan biaya sekitar Rp 800 ribu–1 juta perbulan yang perlu dialokasikan. Biaya administrasi di awal juga perlu dimasukkan ke dalam total pengeluaran saat akad.
*Syarat dan ketentuan berlaku, simulasi hanya untuk mempemudah perhitungan. Informasi lebih lengkap dapat dikonsultasikan dengan sales advisor dealer resmi Toyota.
Hal Lain yang Harus Diperhatikan
1. Pastikan Lolos BI Check
Bank Indonesia (BI) memiliki sistem pendataan otomatis ketika seseorang menggunakan fasilitas kredit bank atau leasing. Anda harus memastikan tidak ada cicilan kredit personal yang bermasalah, terutama kartu kredit, sebab akan masuk dalam blacklist BI dan tidak bisa mengajukan kredit apapun.
2. Ketahui Kebutuhan Mobil Keluarga
Ketahui dengan jelas apa tujuan membeli dan jenis mobil yang dibutuhkan. Keluarga dengan dua orang anak sangat tepat jika memilih MPV Hybrid seperti New Veloz Hybrid EV, atau anak muda memakai New Yaris Cross Hybrid EV. Anda bisa browsing lewat website Toyota Indonesia untuk mencari mobil idaman.
3. Perhitungkan Keuangan Keluarga
Angsuran semua kredit pribadi hanya boleh sekitar 30% dari total penghasilan perbulan. Pastikan Anda memiliki dana yang cukup untuk membayar uang muka atau down payment (DP) kredit mobil hybrid Toyota, yakni sekitar 20-30 persen dari total harga mobil karena DP akan menentukan jumlah cicilan perbulan.
Supaya DP lebih ringan, metode trade-in atau tukar tambah bisa diperhitungkan kalau hanya ingin menukar mobil lama dengan yang baru sekaligus membuat pembiayaan lebih ringan. Meskipun tukar tambah, Anda juga tetap bisa membeli mobil dengan cara cash.
4. Bandingkan Antar Lembaga Pembiayaan
Lakukan perbandingan harga serta program kredit mobil dari perusahaan leasing atau bank untuk mendapatkan cicilan terbaik. Pertimbangkan proses dan persyaratan pengajuan, bunga utang yang dibebankan, kemudahan pembayaran, perlindungan asuransi, sampai proses pengambilan BPKB.
5. Berkas Administrasi Harus Lengkap
Berkas adminsitrasi menjadi salah satu acuan bagi pihak pembiayaan untuk menyetujui pengajuan kredit mobil. Untuk kredit mobil, biasanya berkas yang dibutuhkan berupa identitas (KTP), Kartu Keluarga, Slip Gaji, Rekening Koran atau Tabungan 3 bulan terakhir, dan NPWP.
Pihak pembiayaan mungkin akan membutuhkan tambahan berkas, tanyakan sebelumnya berkas apa yang harus dipenuhi. Pastikan semua dokumen yang dilampirkan adalah dokumen terbaru. Pastikan mencantumkan alamat yang sama agar tidak muncul kecurigaan.