Skip to main content

Search Modal

Fitur Rem ABS dan EBD pada Toyota Hilux Rangga Tipe High, Bikin Mobilitas Usaha Lebih Aman dan Menguntungkan

Main Area

Main

Fitur Rem ABS dan EBD pada Toyota Hilux Rangga Tipe High, Bikin Mobilitas Usaha Lebih Aman dan Menguntungkan

Sebagai sebuah mobil niaga dengan payload 1,2 ton, Hilux Rangga membutuhkan sistem rem yang andal untuk mengendalikan pengurangan kecepatan. Kebutuhan semakin besar ketika mobil sering bekerja di medan berat, seperti naik-turun di jalan pegunungan. Ditambah, jalan licin karena hujan.

 

Komponen rem yang bekerja optimal akan memastikan mobil dapat mengurangi kecepatan dengan baik. Tujuannya supaya kemudi dapat dikendalikan dengan baik ditambah deselerasi yang mulus walaupun muatan penuh. Kebutuhan tersebut merupakan kunci pada sebuah mobil niaga seperti Hilux Rangga.

 

Sejalan dengan perkembangan teknologi, sistem pengereman juga mendapatkan pengembangan. Seperti rem tromol yang diperbarui oleh rem cakram yang lebih baik dalam hal pelepasan panas. Di lain pihak, rem tromol tetap lebih andal menyangkut kemampuan mengurangi kecepatan karena bidang gesek yang luas.

 

Sebagai langkah preventif, seluruh tipe Hilux Rangga telah memakai rem cakram 14 inch di depan dan rem tromol di belakang untuk memberikan daya pengereman yang kuat dan aman. Toyota turut memasang fitur ABS (Anti-lock Brake System) dan Electronic Brake-force Distribution (EBD) pada Hilux Rangga tipe High.

 

Mengapa fitur rem ABS+EBD menjadi hal penting pada sebuah kendaraan?

 

1. Anti-lock Brake System

Pengemudi akan melakukan pengereman mendadak supaya mobil dapat segera berhenti dalam situasi darurat. Karena panik, manuver tersebut justru merugikan kalau pedal rem diinjak habis yang malah membuat rem terkunci dan ban kehilangan daya cengkeram,

 

Situasi akan semakin menyulitkan jika mobil sedang membawa muatan penuh karena arah mobil tidak dapat dikontrol. Semakin menyulitkan kalau mobil sedang berada di medan menurun yang licin karena hujan. Tidak hanya tergelincir, risiko kecelakaan juga menjadi besar karena pengemudi kehilangan kendali atas mobilnya.

 

Anti-lock Brake System (ABS) masuk dalam ketegori active safety features, atau komponen yang secara aktif bertugas untuk mencegah terjadinya kecelakaan dengan menyatu dalam sistem rem mobil. Tersedia pada Hilux Rangga tipe High, fitur ABS akan aktif bekerja tanpa menunggu situasi darurat yang berbahaya.

 

ABS memastikan semua roda tidak terkunci ketika pengemudi melakukan panic braking. Rem yang mengunci, membuat ban tidak bisa digerakkan ke kiri maupun ke kanan dan hanya melaju lurus ke depan, sehingga pengemudi hanya menjadi penumpang. Cerita akan berubah buruk andai ada kendaraan lain di depan.

 

Prinsip kerjanya seperti mengocok rem dengan menekan dan melepas kembali pedal rem yang banyak dilakukan sebelum adanya teknologi ini. Gerakannya dibuat sangat cepat, halus, dan tidak terasa. Hasilnya, ban mobil tidak terkunci dan masih bisa mencengkeram aspal agar tidak kehilangan traksi.

 

Karena itu ban masih bisa dikendalikan saat situasi darurat, seperti pindah lajur ketika mobil di depan tiba-tiba berhenti. Fitur ini juga sangat bermanfaat saat melakukan pengereman mendadak di jalan licin atau berpasir untuk mendapatkan jarak pengereman yang lebih dekat dan ban tidak tergelincir atau selip.

 

2. Electronic Brake-force Distribution

Hanya ada di Hilux Rangga tipe High, Electronic Brake-force Distribution (EBD) mengatur distribusi tekanan rem di setiap ban sesuai kebutuhan masing-masing. Dalam beberapa kondisi, setiap roda memiliki kebutuhan yang berbeda-beda ketika mengerem terkait beban muatan dan medan jalan yang dilalui.

 

EBD bekerja dengan melihat beban yang dipikul oleh masing-masing roda sehingga cocok untuk Hilux Rangga yang bobotnya berubah-ubah. Saat berangkat muatan penuh, namun begitu kembali ke toko hanya sopir bersama asistennya.

 

Saat mobil hanya diisi 2 penumpang, distribusi pengereman lebih besar di depan karena merupakan bagian paling banyak menopang beban. Namun perbedaan perlakuan didapatkan saat mobil diisi penuh, misalnya pada Hilux Rangga yang sedang mengantarkan barang.

 

Bobot mobil yang bertambah membuat mobil kian membutuhkan daya pengereman yang lebih merata. Setiap roda wajib mendapatkan daya rem sesuai kebutuhannya. Roda belakang mendapatkan tambahan daya pengereman agar kemampuan berhenti bisa lebih baik untuk mencegah mobil sulit dikendalikan.

 

Kehadiran fitur rem ABS dan EBD yang canggih, memberikan rasa aman di jalan. Selain itu, Hilux Rangga dilengkapi fitur Dual Airbags dan seat belt yang semakin melindungi pengemudi dan asistennya. Bonnet di depan diyakini mampu mengurangi risiko cidera saat tabrakan frontal.

Latest Article
Back to top