Skip to main content

Search Modal

Boleh Mendahului Kendaraan Lain dari Lajur Kiri, Asalkan…

Main Area

Main

Boleh Mendahului Kendaraan Lain dari Lajur Kiri, Asalkan…

Secara teori lajur kiri diperuntukkan bagi kendaraan yang lebih kecil atau pelan, seperti sepeda motor, becak, atau sepeda. Belum lagi kalau ada pejalan kaki yang turun ke jalan lantaran tidak tersedia trotoar yang memadai.

Kendalanya adalah, lajur kanan jalan justru banyak dilalui kendaraan besar seperti truk yang berjalan pelan karena overload. Sehingga menyulitkan kendaraan pribadi yang lebih cepat dan punya hak lebih besar atas lajur kanan.

Sementara di jalan tol, lajur kanan diisi oleh truk besar yang berjalan pelan bahkan sering di bawah batas kecepatan minimal lantaran muatannya terlalu banyak. Situasi ini jelas berbahaya untuk over taking. Lantas bagaimana cara menghadapinya?

 

Aturan Hukum Menyalip dari Lajur Kiri

Pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Pasal 109 Ayat 1 disebutkan kalau mendahului harus menggunakan lajur kanan:

"Pengemudi kendaraan bermotor yang akan melewati kendaraan lain harus menggunakan lajur atau jalur jalan sebelah kanan dari kendaraan yang akan dilewati, mempunyai jarak pandang yang bebas, dan tersedia ruang yang cukup."

Kalau melanggar, sanksinya sesuai Pasal 287 Ayat (1), yaitu pidana kurungan maksimal 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

 

Boleh Mendahului dari Lajur Kiri dengan Syarat Tertentu

Masih dari UU yang sama, Anda boleh mendahului kendaraan di depan dari kiri kalau sisi kanannya padat dan sisi kirinya kosong, atau dalam kondisi darurat. Namun harus tetap menerapkan keselamatan berlalu lintas saat menyalip dari kiri, seperti yang dijelaskan pada Pasal 109 ayat 2:

"Dalam keadaan tertentu, Pengemudi dapat menggunakan lajur Jalan sebelah kiri dengan tetap memperhatikan Keamanan dan Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan."

Yang dimaksud dengan keadaan tertentu adalah jika lajur sebelah kanan atau paling kanan dalam keadaan macet karena kecelakaan lalu lintas, pohon tumbang, jalan berlubang, genangan air, kendaraan mogok, antrean mengubah arah, dan kendaraan di depan akan belok kiri.

 

Mendahului Mobil Lain dari lajur Kiri jalan

Mengingat situasi yang berkembang, Anda bisa saja menyalip kendaraan lain dari sisi kiri. Tapi mengingat risiko bahaya yang lebih besar, pelajari tahapan berikut supaya dapat dijalani dengan aman.

1. Komunikasikan dengan Pengemudi Kendaraan di Depan

Komunikasikan dengan pengemudi kendaraan di depan saat akan menyalip supaya mereka mengetahui keberadaan Anda. Kalau siang hari, bisa pakai klakson dan bunyikan cukup satu kali. Ketika malam hari bisa pakai lampu dim sebagai isyarat ingin mendahului.

2. Pastikan Lajur Kiri Aman

Pastikan di depan tidak ada halangan. Apalagi di lajur kiri banyak kendaraan yang jauh lebih pelan seperti sepeda, becak, motor, gerobak, dan pejalan kaki. Bahkan angkutan umum bisa berhenti mendadak dan sesukanya.

3. Waspada Visibilitas Terbatas

Pandangan driver di kanan akan terhalang bodi mobil di depan. Anda baru akan mendapatkan visibilitas yang luas ketika mobil sudah sepenuhnya berada di lajur kiri. Situasi ini berbeda jika overtaking dari kanan dimana Anda bisa ‘mengintip’ situasi di depan terlebih dahulu. Jangan main masuk ke kiri, intip dulu untuk memastikan lajur kiri aman.

4. Manfaatkan Penumpang di Depan Sebagai ‘Navigator’

Anda bisa meminta tolong untuk membantu melihat situasi di lajur kiri kalau ada penumpang di depan. Jangan langsung tancap gas meskipun sudah dikasih aba-aba aman. Anda harus memastikan sendiri apakah semuanya aman dan bisa overtaking.

5. Perhatikan Area Terlarang Untuk Menyalip

Perhatikan area terlarang untuk menyalip seperti di tikungan, jembatan atau terowongan. Pasalnya, selain titik buta lebih banyak, menyalip di lokasi tersebut juga dilarang karena terdapat garis marka jalan menyambung.

6. Waspada Area Keramaian

Waspada pula ketika mau mendahului di area keramaian seperti pasar atau sekolah. Peluang ada orang atau kendaraan kecil yang bermanuver seenaknya sangat besar dan berbahaya. Segera batalkan proses menyalip dan tunggu kesempatan berikutnya yang lebih aman.

7. Pastikan Mobil dalam Kondisi Prima

Satu hal yang penting adalah kondisi mesin wajib prima supaya dapat mendahului dengan aman. Pastikan pula lampu sein menyala sebagai isyarat utama. Jangan lupa pula keadaan ban dan komponen lainnya, silakan servis berkala di bengkel resmi Toyota untuk menjaga kondisinya.

Latest Article
Back to top