Skip to main content

Search Modal

Benarkah Oli Mesin Menguap Saat Mengemudi Mobil di Tengah Cuaca Panas? Berikut Penjelasannya

Main Area

Main

Benarkah Oli Mesin Menguap Saat Mengemudi Mobil di Tengah Cuaca Panas? Berikut Penjelasannya

Meskipun masih ada hujan dalam intensitas rendah, tapi sejatinya sekarang telah memasuki musim panas atau kemarau. Salah satu problemnya adalah cuaca panas yang dapat mengganggu aktivitas, termasuk ketika berkendara di jalan.

 

Cuaca panas akibat musim kemarau panjang membuat Anda harus memperhatikan kesehatan mobil. Jangan sampai mobil kesulitan menghadapi suhu udara yang tinggi, khususnya ketika harus berhadapan dengan jalan macet.

 

Fungsi Oli Mesin

 

Sebelum membahas penguapan oli mesin, sebelumnya akan dijelaskan fungsi oli pada mesin mobil. Yang pertama tentunya sebagai pelumas komponen mesin yang saling bergesekan. Berikutnya, oli melarutkan kotoran yang ada di dalam mesin dan membawanya ke filter oli untuk disaring.

 

Fungsi selanjutnya adalah membantu proses mendinginkan mesin mobil Toyota. Panas yang timbul akibat gesekan antar komponen akan diteruskan ke dinding blok mesin dan selanjutnya disalurkan keluar.

 

Yang tak kalah penting, senyawa kimia yang terdapat di dalam oli akan mencegah terjadinya karat pada komponen mesin mobil. Oli juga mampu mereduksi zat kimia pada mesin yang berpotensi menimbulkan karat.

 

Oli Mesin Menguap Saat Mobil Menghadapi Macet di Cuaca Panas

 

Macet bukanlah situasi yang mudah bagi mesin kendaraan. Mobil yang berhenti membuat radiator kurang mendapatkan embusan udara lebih dingin dan segar dari arah depan. Radiator akan kesulitan bekerja dan suhu ruang mesin meningkat karena kurang optimal melepas panas.

 

Ketika suhu kerja mesin normal, oli membantu tugas mengurangi panas mesin. Namun oli mesin tidak memiliki sistem pendingin khusus sehingga kesulitan melepaskan panas yang berlebih saat macet dengan suhu lingkungan tinggi.

 

Oli akan menguap karena pada batas suhu tertentu energi dalam yang mengikat molekul hidrokarbonnya tidak sanggup lagi menahan diri akibat adanya energi panas yang terjadi. Memang oli mesin Toyota memiliki aditif yang membuatnya lebih tahan panas, namun ada batas suhu maksimal sampai akhirnya oli menguap.

 

Sepanjang dalam kadar aman, penguapan oli mesin masih diperbolehkan. Oleh karena itu, Toyota merekomendasikan ganti oli mesin saat servis berkala supaya kualitas oli tetap terjaga untuk melumasi, mendinginkan, membersihkan, dan melindungi mesin.

 

Waspada Jika Oli Mesin Berkurang Terlalu Banyak

 

Sebagai langkah pencegahan, Anda bisa mengecek volume oli lewat tongkat pemeriksa (dipstick) secara rutin. Volume oli yang tidak sesuai kebutuhan akan membuat tugasnya tidak bisa optimal. Apalagi kalau sampai terlalu banyak berkurang sebagai tanda ada masalah pada mesin mobil.

 

Jika dibiarkan berkurang akan membuat usia komponen mesin turun dan cepat rusak. Turunnya kondisi komponen mesin membuat performanya turun dan boros bensin. Apalagi kalau sampai oli mesin habis total. Komponen mesin yang bergesekan tanpa ada pelumas akan membuat mesin macet dan rusak parah.

 

Pengecekan via dipstisck juga dapat melihat perubahan pada warna atau kekentalan oli mesin. Oli yang baik memiliki tingkat kestabilan warna dan kekentalan yang konsisten. Kalau sampai warnanya berubah seperti kopi susu, dapat dipastikan oli sudah terkontaminasi oleh air. Kalau terlalu pekat, bisa jadi sudah terlalu kotor.

 

Langkah berikutnya adalah servis berkala di bengkel resmi Toyota setiap 6 bulan atau 10.000 km, mana yang tercapai lebih dahulu. Teknisi bengkel akan melakukan penggantian oli mesin sekaligus mengecek potensi masalah. Termasuk mengganti filter agar oli baru terjaga kondisinya.

Latest Article
Back to top