Skip to main content

Search Modal

Waspada Kena Tabrak dari Belakang di Bahu Jalan Tol, Bukan Lajur Untuk Ngebut dan Pelajari Cara Menggunakannya Saat Situasi Darurat

Main Area

Main

Waspada Kena Tabrak dari Belakang di Bahu Jalan Tol, Bukan Lajur Untuk Ngebut dan Pelajari Cara Menggunakannya Saat Situasi Darurat

Masih banyak kecelakaan akibat tabrakan dari belakang di bahu jalan tol. Biasanya terjadi akibat ada pengendara yang melaju di bahu jalan tol dan kemudian menabrak mobil yang sedang berhenti darurat. Dampaknya biasanya sangat fatal lantaran kecepatan mobil penabrak yang tinggi.

 

Hal ini terjadi karena banyak orang belum paham bahwa bahu jalan merupakan bagian dari infrastruktur jalan tol yang memiliki peran penting dalam memastikan kelancaran lalu lintas. Bahu jalan terletak di area sebelah kiri dan kanan jalan tol. Bahu jalan ini bisa dilalui, namun tidak bisa asal melaju di atasnya.

 

Penggunaan bahu jalan hanya untuk keadaan darurat sebagaimana yang tertera dalam aturan yang telah ditetapkan. Biasanya, hanya petugas berwenang yang bisa menggunakan bahu jalan tol ini. Bila Anda menggunakan bahu jalan dan tidak dalam kondisi darurat, maka bisa kena sanksi.

 

Fungsi Bahu Jalan Tol

 

Bahu jalan tol memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kelancaran lalu lintas. Sebagai pengguna jalan tol, penting bagi untuk Anda memahami fungsi-fungsi utama dari bahu di jalan tol. Simak penjelasannya berikut ini:

 

1. Pertolongan Darurat

Bahu jalan tol dirancang untuk memberikan tempat yang aman bagi pengendara yang mengalami keadaan darurat, seperti mesin rusak, pecah ban, atau kecelakaan. Ruang ini memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperbaiki kendaraan atau mencari pertolongan darurat.

 

2. Penanganan Kecelakaan

Ketika terjadi kecelakaan di jalan tol, petugas akan segera datang ke lokasi tersebut melalui akses yang tersedia di bahu jalan tol supaya dapat tiba dengan cepat. Petugas dapat dengan cepat memberikan bantuan medis kepada korban, membersihkan jalur tol yang terganggu, dan mengarahkan lalu lintas agar tetap lancar.

 

3. Lajur Kendaraan Darurat

Fungsi lainnya adalah sebagai akses bagi kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam kebakaran, dan mobil polisi. Ketika ada keadaan darurat, kendaraan penolong ini dapat menggunakan bahu jalan untuk mencapai lokasi dengan cepat.

 

4. Pengendalian Lalu Lintas

Bahu jalan tol juga berperan dalam pengendalian lalu lintas. Ketika ada kejadian yang mengganggu kelancaran lalu lintas, seperti kecelakaan atau pekerjaan konstruksi di jalan tol, petugas dapat menggunakan bahu jalan tol untuk mengarahkan pengendara ke jalur alternatif atau keluar dari jalan tol.

 

Dilarang Menggunakan Bahu Jalan Tol Kecuali Darurat

 

Bahu jalan harus steril dari kegiatan apapun, khususnya ngebut hanya untuk mendahului kendaraan lainnya. Gunakan lajur kanan hanya untuk mendahului, serta lajur lainnya sesuai kecepatan yang ditentukan. Dengan berkendara sesuai aturan kecepatan, arus kendaraan akan berjalan tertib dan lancar.

 

Bahkan untuk sekadar istirahat karena lelah, Anda wajib berhenti di rest area. Bahu jalan harus terbebas dari aktivitas apapun kecuali darurat. Selain menghambat pergerakan kendaraan darurat, ada potensi kena tabrak dari belakang.

 

Kendaraan berhenti darurat adalah mereka yang berhenti sebentar karena keadaan darurat yang disebabkan antara lain mogok, menertibkan muatan, gangguan lalu lintas, atau gangguan fisik pengemudi. Begitu gangguan atau masalah teratasi, Anda harus segera menjalankan mobil.

 

Selain itu, bahu jalan juga memiliki kualitas aspal, lebar badan, dan kontur jalan yang berbeda, bahkan lebih rendah dari lajur utama. Bahu jalan memang tidak untuk memacu kendaraan karena berisiko tergelincir. Jika Anda patuh, tingkat kecelakaan akibat pengunaan bahu jalan yang tidak sesuai aturan bisa berkurang.

 

Tips Menggunakan Bahu Jalan Tol

 

Anda bisa memanfaat bahu jalan untuk berhenti dan mengecek kondisi kendaraan yang bermasalah. Begitu tuntas atau teratasi, segera jalan kembali. Tapi mengingat perilaku pengguna mobil yang ceroboh, perhatikan beberapa hal berikut ini:

 

1. Berhentilah di posisi yang aman dengan berpatokan pada garis lurus sebagai pembatas bahu jalan. Sebagai gambaran, minimal jarak sekitar 50 cm dari garis batas bahu jalan. Tekuk spion luar untuk mengurangi risiko tersenggol mobil lain.

2. Waspada saat buka dan tutup pintu mobil sisi kanan. Bukalah sedikit, intip ke belakang melalui celah, jika sudah aman baru buka pintu secukupnya. Segera tutup pintu kembali begitu Anda keluar.

3. Sebelum keluar dari mobil pastikan untuk menyalakan lampu hazard. Ambil segitiga pengaman dari bagasi dan pasang di belakang mobil dengan jarak minimal 5 kali panjang bodi mobil Anda.

4. Posisi penumpang tidak boleh di belakang mobil untuk menghindari risiko kena tabrak dari belakang. Terbaik adalah di kiri depan dan  bisa melihat kondisi di belakang mobil.

5. Segera lakukan pengecekan pada bagian yang dicurigai bermasalah. Kalau sudah ketemu dan bisa diperbaiki, segeralah jalan kembali. Bereskan perlengkapan darurat, jangan sampai ada yang tertinggal karena bisa mencelakakan pengguna jalan lain.

6. Jangan langsung masuk ke lajur jalan saat mulai berjalan, naikkan kecepatan mobil secara perlahan. Nyalakan lampu sein kanan, dan perhatikan kendaraan di belakang lewat spion.

7. Jika kondisi di belakang aman dan kecepatan mobil mendekati batas minimal kecepatan di jalan tol yakni 60 km/jam, masuklah ke lajur kiri secara perlahan dan waspada.

Latest Article
Back to top