Skip to main content

Search Modal

Perhitungan Waktu Ganti Oli Mesin: Berdasarkan  Jarak Tempuh atau Durasi Pemakaian?

Main Area

Main

Perhitungan Waktu Ganti Oli Mesin: Berdasarkan Jarak Tempuh atau Durasi Pemakaian?

Seiring bertambahnya jam kerja mesin, senyawa kimia oli mesin pasti akan berubah serta kemampuannya dalam melumasi dan melindungi komponen mesin yang saling bergesekan akan ikut menurun. Khususnya kalau mobil sering menghadapi kondisi berat seperti macet.

 

Turunnya kemampuan oli akan membuat gesekan antar komponen mesin meningkat dan meninggalkan banyak residu. Selain membuat komponen mesin menjadi cepat rusak, jika dibiarkan kotoran akan menumpuk di dalam saluran oli mesin, bahkan menyumbatnya jika sudah menumpuk.

 

Kotoran berlebihan turut mempengaruhi kerja pompa dan filter oli mesin, dimana kalau sudah parah dapat mengakibatkan keduanya tersumbat. Oleh sebab itu, Anda  wajib mengganti filter oli secara rutin waktu ganti oli mesin di kala servis berkala.

 

Fungsi oli lainnya juga akan menurun, seperti kemampuan melepaskan panas mesin sehingga kerja radiator makin berat. Padahal, suhu kerja yang terlalu tinggi akan membuat mesin kesulitan beroperasi dengan baik. Selain mengurangi tenaga yang dihasilkan, mobil juga akan menjadi lebih boros bahan bakar.

 

Perhitungan Waktu Ganti Oli Mesin: Jarak Tempuh atau Durasi Pemakaian?

 

Melihat pentingnya tugas oli mesin, cairan pelumas ini harus selalu dalam pengawasan, minimal menggantinya ketika servis berkala setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu.

 

Namun masih banyak pemilik mobil yang bingung soal kapan waktu yang tepat untuk mengganti oli. Ada yang berpatokan pada jarak tempuh, ada juga yang mengacu pada jangka waktu pemakaian. Dari kedua acuan tersebut, mana sebenarnya yang paling tepat?

 

Baik jarak tempuh maupun durasi pemakaian, keduanya bisa Anda jadikan sebagai patokan. Tinggal melihat mana yang lebih dulu tercapai. Misalnya, karena mobilitas sangat tinggi seperti untuk taksi online atau sering bepergian ke luar kota, tidak sulit untuk mencapai jarak tempuh 10.000 km.

 

Jangan ditunda, segera ganti oli mesin meskipun waktu operasional belum mencapai 6 bulan. Karena bekerja keras, ada potensi timbul residu di dalam oli. Ada pula risiko formula oli berubah atau rusak sehingga kemampuannya dalam melindungi dan melumasi komponen mesin kurang efektif.

 

Untuk pelanggan yang lebih sering beraktivitas di dalam kota atau jarang mengendarai mobil, odometer 10.000 km akan sulit tercapai dalam jangka waktu 6 bulan. Namun patut dicatat, situasi berkendara stop and go di dalam kota sangat ‘menyiksa’ mesin yang membuat oli harus bekerja lebih keras lagi.

 

Mesin mobil kesulitan memperoleh pendingin alami yang berembus dari depan akibat banyak berhenti. Alhasil, oli dan cairan pendingin harus bekerja lebih berat. Padahal seiring waktu, senyawa oli akan berubah dimana suhu tinggi akan mempercepat prosesnya. Karena itu, ganti oli mesin begitu memasuki 6 bulan pemakaian walaupun jarak tempuhnya masih sedikit.

 

Jangan lupa pula, oli pada mobil yang banyak parkir di rumah berisiko mengalami perubahan akibat proses oksidasi alami. Begitu mesin dinyalakan, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya.

 

Ruang mesin turut memiliki potensi timbul karat karena proses oksidasi yang gagal diredam oleh oli. Begitu mesin dinyalakan dan oli bekerja, kontaminasi air akan merusak senyawa oli dan menurunkan kemampuannya dalam melumasi dan melindungi komponen mesin. Walaupun mobil lebih banyak parkir di rumah, tapi kalau sudah 6 bulan sebaiknya ganti oli di bengkel resmi Toyota.

 

Sehingga pada akhirnya, pemilihan waktu ganti oli yang tepat dapat disesuaikan dengan skenario berkendara Anda. Satu hal yang pasti, gunakan TMO Oil yang memiliki formula khusus mesin Toyota, baik hybrid dan non hybrid, serta sesuai kondisi cuaca yang cukup ekstrem.

Latest Article
Back to top