Skip to main content

Search Modal

Paham Fungsi Filter Oli Mesin, Banyak Dampak Buruk Jika Tidak Rutin Diganti

Main Area

Main

Paham Fungsi Filter Oli Mesin, Banyak Dampak Buruk Jika Tidak Rutin Diganti

Toyota merekomendasikan untuk mengganti oli mesin secara berkala, yaitu setiap 6 bulan atau 10.000 km, tergantung mana yang tercapai lebih dahulu. Di saat yang sama, sebaiknya Anda turut mengganti filter oli mesin.

 

Proses pelumasan mesin tidak akan berjalan baik, bahkan merusak komponen bergerak jika filter oli kotor. Pasalnya, kontaminan yang ikut bersirkulasi, akan ditangkap oleh kertas saringan pada filter oli yang memiliki pori-pori sangat kecil.

 

Jika dibiarkan, lama-lama akan menyumbat saringan oli. Dampak buruknya adalah sirkulasi oli terhambat. Di situasi yang lebih buruk, kotoran dan kontaminan akan menerobos filter dan ikut mengalir ke dalam ruang mesin.

 

Ganti filter oli sesuai jadwal adalah langkah esensial untuk menjaga kesehatan mesin. Filter oli tidak hanya menghilangkan partikel-partikel kotoran, tetapi juga memiliki peran lain yang sangat penting dalam menjaga kesehatan dan performa mesin.

 

Fungsi Filter Oli Mesin

 

1. Penyaring Kotoran

Filter oli bertugas memastikan oli dalam kondisi bersih dari segala bentuk kontaminasi, baik jelaga, metal, lumpur, ataupun kotoran lain. Jika tidak, proses pelumasan mesin tidak akan berjalan baik, bahkan merusak komponen bergerak pada mesin.

 

Kalau kotoran atau serpihan metal berukuran sangat kecil (15-40 mikron) ini lolos ke dalam ruang mesin, bisa membahayakan komponen mesin yang saling bergesekan. Mesin akan mengalami penurunan performa hingga akhirnya jebol.

 

2. Mempertahankan Kualitas Oli

Filter oli membantu menjaga kejernihan dan kebersihan oli. Oli yang bersih dapat memberikan daya pelumasan dan perlindungan yang lebih efektif karena formula dan aditif oli terjaga kualitasnya.

 

3. Menjaga Distribusi Oli

Distribusi oli yang terhambat akan membuat pelumasan komponen mesin, khususnya di area yang sulit dijangkau oleh oli, tidak lancar dan berbahaya dalam jangka waktu panjang. Tekanan oli yang konsisten penting untuk memastikan bahwa semua bagian mesin menerima pelumasan yang cukup.

 

4. Mencegah Terbentuknya Korosi

Filter oli membantu melindungi komponen-komponen mesin dari korosi dengan menyaring partikel-partikel yang dapat mengandung senyawa-senyawa yang merusak integritas struktural mesin.

 

5. Memisahkan Bahan Kontaminan

Filter oli juga bertugas untuk memisahkan bahan kontaminan lain dari oli, seperti air atau bahan kimia yang masuk ke dalam sistem pelumasan. Ini membantu menjaga kestabilan komposisi oli, yang penting untuk kinerja pelumasan yang optimal.

 

Katup Filter Oli Lemah atau Tersumbat Kotoran

 

Filter oli umumnya dibekali dua buah katup atau klep yang menghadap ke bawah, untuk menjebak oli dalam filter agar tidak turun saat mesin dimatikan. Oli tersebut harus ditahan agar pada saat mesin dinyalakan kembali, pelumasannya cukup.

 

Katup yang tidak bekerja dengan baik lantaran sudah lemah atau tersumbat kotoran, akan membuat pelumasan mesin saat masih dingin menjadi terlambat atau bahkan tidak tersaring. Dan itu jelas berbahaya karena akan merusak komponen mesin yang saling bergesekan.

 

Filter oli sebaiknya diganti mengikuti jadwal servis berkala dimana setiap ganti oli maka filter oli juga diganti. Umumnya waktu penggantian oli yang ditetapkan pabrikan Toyota adalah setiap 10.000 km atau 6 bulan, mana yang tercapai lebih dahulu.

 

Dengan mengganti filter oli secara rutin di bengkel resmi Toyota, Anda memastikan filter oli dapat melindungi mesin dengan baik untuk menjaga daya tahan dan performanya.

Latest Article
Back to top