Skip to main content

Search Modal

Mengemudi Aman di Jalur Perbukitan Saat Mudik Lebaran, Butuh Perhatian Ekstra Ketika Jalan Menanjak dan Menurun

Main Area

Main

Mengemudi Aman di Jalur Perbukitan Saat Mudik Lebaran, Butuh Perhatian Ekstra Ketika Jalan Menanjak dan Menurun

Dalam perjalanan mudik, Anda bisa jadi melewati ruter perbukitan dengan jalan yang menanjak dan menurun tiada henti. Pun ketika melewati jalan tol seperti Cipularang, mobil akan melaju di rute dengan tanjakan dan turunan panjang yang berbahaya jika tidak paham cara melewatinya.

 

Khususnya ketika mudik, mobil akan membawa muatan dalam bentuk penumpang dan barang yang banyak. Makanya disarankan mobil tidak overload supaya dapat melewati rute perbukitan dengan baik. Ditambah, ada risiko masalah lain seperti macet dan hujan.

 

Tips Mengemudi di Jalan Menanjak

 

1. Jaga Momentum Kendaraan

Kunci pertama saat nyetir mobil di tanjakan adalah menjaga momentum sehingga dapat melaju dengan mulus. Jaga emosi, fokus dan tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam yang bisa membuat mobil sulit dikendalikan.

 

Jangan pula terlalu santai yang membuat mobil kekurangan tenaga bahkan menyebabkannya tidak sanggup mendaki. Kenali karakter mobil yang dikendarai untuk mendapatkan momentum yang pas, khususnya di jalur pendakian yang ekstrem dan panjang.

 

2. Pindahkan Gigi ke Posisi Rendah Rendah

Sebaiknya posisi gigi transmisi diturunkan minimal satu step untuk memperoleh tambahan tenaga yang memadai. Usahakan tidak menurunkan gigi di tengah tanjakan karena akan membuat mobil kehilangan tenaga.

 

Jika tanjakan landai dan panjang, Anda bisa menggunakan gigi 3, baik untuk mobil transmisi otomatis maupun manual. Tapi jika tanjakan cukup curam, manfaatkan gigi 2, atau di gigi 1 atau L untuk mobil matik kalau ternyata ekstra curam.

 

Untuk mobil dengan transmisi otomatis yang tidak ada pilihan posisi gigi, bisa memindahkan tuas transmisi ke M (Manual) atau S (Sport). Dengan begitu, Anda bisa menyesuaikan rasio transmisi secara langsung sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.

 

3. Atur Tekanan Kaki pada Pedal Gas

Atur laju kendaraan dengan menjaga injakan pada pedal gas. Tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam ketika mobil mulai menanjak supaya ban tidak kehilangan traksi yang membuat mobil sulit dikendalikan.

 

Perhitungkan beban mobil, jika membawa muatan penuh, artinya Anda harus menekan pedal gas lebih dalam. Perhatikan pula kondisi jalan yang dilewati, terutama bila kondisinya licin akibat hujan, atau lalu lintas cukup ramai sehingga sulit menjaga momentum.

 

4. Waspada Mobil Kehabisan Tenaga

Bisa saja di tengah rute menanjak mobil kehabisan tenaga atau jalan tersendat karena lalu lintas ramai. Jangan panik, segera turunkan posisi gigi secara halus untuk kembali mengail tenaga. Jika sampai berhenti karena ada halangan atau mobil benar-benar tidak bertenaga, injak pedal rem dan tarik tuas rem parkir.

 

Cek panel instrumen untuk mengecek kemungkinan masalah pada mobil. Kalau aman, lakukan start kembali dari gigi 1. Tetap tenang dan waspada supaya mobil dapat melaju dengan baik. Kembalikan posisi transmisi otomatis ke D atau naikkan posisi gigi transmisi manual 1 tingkat untuk memberikan ‘napas’ pada mesin ketika sudah melewati tanjakan.

 

5. Manfaatkan Fitur Hill Start Assist

Mobil Toyota terbaru sudah dilengkapi fitur Hill Start Assist (HSA) sebagai fitur keamanan yang wajib ada. Fitur ini menahan mobil supaya tidak bergerak turun ketika Anda melepaskan rem tangan atau pedal rem untuk memulai menginjak pedal gas di jalan menanjak.

 

Waktu beberapa detik yang tersedia cukup untuk memberikan Anda kesempatan memindahkan kaki ke pedal gas dan mulai berakselerasi dengan aman yang juga menjaga ban agar tidak mudah selip, sehingga mobil dapat melaju kembali.

 

Tips Mengemudi di Jalan Menurun

 

1. Perhatikan Topologi Jalan

Anda bisa memandang jauh ke depan untuk melihat karakter turunan yang akan dilalui. Apakah panjang atau curam? Perhitungan itu untuk melihat seberapa besar efek engine brake yang dibutuhkan untuk menjaga kecepatan kendaraan. Masukkan pula berat kendaraan dan kondisi jalan seperti licin dalam kalkulasi.

 

2. Turunkan Posisi Gigi

Pada mobil hybrid Toyota, Anda dapat memindahkan posisi tuas transmisi ke M dan lanjut pilih posisi gigi sesuai kondisi jalan, bisa 3 atau 2 bahkan 1. Mengatur posisi gigi secara manual akan membantu menahan laju mobil dari potensi meluncur.

 

Jangan pernah memindahkan posisi gigi ke N atau netral dengan alasan apapun karena akan membuat mobil nyelonong tidak bisa dikendalikan.

 

3. Injak Pedal Gas Secara Bijaksana

Di jalan menurun, tidak perlu menekan pedal gas terlalu dalam karena mobil akan meluncur turun dengan sendirinya. Jangan sampai mobil terlalu kencang yang membuatnya sulit dikendalikan. Di jalan yang padat atau basah akibat hujan, Anda harus lebih hati-hati dengan kecepatan mobil.

 

4. Imbangi dengan Aplikasi Rem Mobil

Imbangi pula dengan menginjak pedal rem untuk membantu mengurangi laju mobil secara bertahap. Jangan sepenuhnya mengandalkan rem mobil karena bisa membuatnya kepanasan dan gagal berfungsi. Khususnya rem tromol di belakang yang tidak sebaik rem cakram urusan melepaskan panas.

 

Segera menepi kalau ditemui kendala seperti lampu indikator rem menyala atau daya pengereman terasa kurang. Memaksakan terus berjalan dapat membuat rem blong yang berakibat fatal kalau sampai memicu kecelakaan.

 

5. Jaga Jarak Aman

Karena situasi lalu lintas yang padat, sebagian pengemudi mobil alpa mengatur jarak aman dan malah asyik mengikuti mobil di depannya dengan jarak rapat. Begitu mobil di depan terkena masalah, tidak ada ruang untuk menghindar sehingga terjadi tabrakan beruntun karena sulitnya mengerem di jalan menurun.

 

 

Latest Article
Back to top