Skip to main content

Search Modal

Masalah yang Sering Terjadi Saat Mengemudi Mobil di Bulan Puasa, Bagaimana Solusinya?

Main Area

Main

Masalah yang Sering Terjadi Saat Mengemudi Mobil di Bulan Puasa, Bagaimana Solusinya?

Bagi Anda yang punya mobilitas tinggi, wajib memperhatikan beberapa hal supaya tetap dapat berpuasa dengan baik. Sehingga, ibadah tetap dapat dijalankan dengan nyaman dan aktivitas harian tidak terganggu. Berikut beberapa kondisi yang dapat memicu masalah jika diabaikan di bulan puasa:

 

1. Dehidrasi

Setiap orang yang puasa pasti mengalami dehidrasi karena menahan makan dan minum selama lebih dari 12 jam. Dehidrasi adalah kondisi saat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diterima, menyebabkan gangguan fungsi normal seperti pengaturan suhu tubuh dan pencernaan.

 

Dehidrasi terjadi ketika asupan air tidak sebanding dengan cairan keluar. Gejala umumnya meliputi haus ekstrem, urin gelap atau pekat, pusing, dan mulut kering. Meskipun biasanya tidak berdampak serius, tetap bisa mengganggu aktivitas karena gejalanya seperti pusing, sakit kepala dan lemas.

 

2. Serangan Kantuk

Efek berikutnya dari dehidrasi adalah mengantuk yang kerap terjadi antara pukul 13.00-16.00 sebagai puncak rasa lapar dan kekurangan cairan tubuh. Mengantuk saat mengemudi mobil ketika berpuasa tidak dapat dihindari karena perubahan jam biologis dan metabolisme tubuh.

 

Anda harus berupaya mengurangi dampaknya supaya tidak mengganggu aktvitas, apalagi kalau sampai memicu pertikaian atau kecelakaan. Memaksakan mengemudi mobil tapi mengantuk dapat memicu microsleep.

 

3. Sulit Kontrol Emosi

Dalam dunia medis, perut yang kosong karena tidak mendapatkan asupan makanan atau minuman lebih dari 12 jam, bisa menyebabkan kadar gula darah menurun. Hal ini memicu pelepasan hormon kortisol dan adrenalin yang bertujuan untuk membantu metabolisme sehingga kadar gula darah tetap stabil.

 

Meskipun tujuannya untuk menjaga keseimbangan, efek lain juga bisa muncul: sikap lebih agresif dan emosi yang lebih meluap-luap. Kadar gula darah yang cenderung menurun juga bisa mengganggu fungsi otak yang akhirnya mendorong seseorang untuk bertindak impulsif.

 

4. Jalan Macet

Biasanya, jalan akan lebih macet jelang waktunya buka puasa. Tidak hanya butuh waktu lebih lama untuk sampai tujuan, Anda juga akan buka puasa di jalan dan mudah lelah bahkan sulit kontrol emosi karena banyak orang berkendara seenaknya.

 

Bagaimana Solusinya?

Semua masalah di atas memiliki satu benang merah yakni menjaga kondisi tubuh sebagai solusinya. Ketika sahur, konsumsi makanan tinggi serat dan protein serta buah-buahan agar kenyang lebih lama, hindari makanan tinggi gula yang bisa menyebabkan energi cepat turun. Kurangi pula makanan asin dan pedas karena meningkatkan kebutuhan tubuh atas air.

 

Usahakan terpapar sinar matahari di pagi hari untuk memperkuat jam biologis, namun hindari cahaya dari layar gadget atau televisi sebelum tidur malam untuk mencegah kelelahan. Pastikan Anda sudah tidur minimal 6 jam di malam hari supaya tetap bugar.

 

Risiko mengantuk yang paling umum adalah microsleep, dimana pengemudi mobil tanpa sadar tertidur meskipun hanya dalam hitungan 1-5 detik saja. Itu sudah cukup untuk memicu kecelakaan karena mobil tidak terkendali, khususnya saat kecepatan tinggi di jalan tol.

 

Sempatkan untuk power nap sekitar 30 menit di jam makan siang karena sangat berguna untuk mengembalikan kondisi tubuh. Pun ketika mengemudi, kalau dirasa ada potensi mengantuk, segera parkir di area yang aman dan tidur untuk mengembalikan kondisi tubuh.

 

Patuh aturan lalu lintas membuat perasaan lebih tenang dan nyaman, dimana mendengarkan musik bisa membantu mengatur emosi di jalan. Jangan terprovokasi oleh ulah orang lain di jalan yang membuat Anda gagal mengendalikan emosi. Jaga emosi kalau melewati simpul kemacetan seperti pasar tumpah.


Pastikan untuk minum air putih saat buka puasa untuk mengembalikan cairan tubuh. Buah-buahan dan sayuran memiliki kandungan air yang tinggi dan kaya nutrisi, membuat tubuh menjadi lebih segar. Batasi kafein dan minuman bersoda karena bersifat diuretik (memicu sering buang air kecil).

 

Supaya tidak terlupakan, penuhi kebutuhan cairan minimal dengan menerapkan aturan 2-4-2, yakni 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat buka puasa, dan 2 gelas sebelum tidur atau jelang sahur. Jangan beraktivitas berlebih di malam hari supaya tidak mudah lelah di siang hari.

 

Servis berkala di bengkel resmi Toyota akan membantu Anda menjaga emosi dari risiko kerusakan mobil seperti AC tidak dingin. Servis berkala juga penting bagi Anda yang ingin bepergian mudik atau libur lebaran menggunakan solusi mobilitas Toyota agar aman dan nyaman.

Latest Article
Back to top