Skip to main content

Search Modal

Kontak Langsung dengan Abu dan Debu, Jaga Kondisi 3 Filter Kendaraan Supaya Tidak Mengganggu Kinerja Mobil

Main Area

Main

Kontak Langsung dengan Abu dan Debu, Jaga Kondisi 3 Filter Kendaraan Supaya Tidak Mengganggu Kinerja Mobil

Meskipun sudah reda, abu vulkanik dari erupsi gunung berapi membawa dampak buruk pada mobil. Abu sangat halus ini mengandung pasir kuarsa atau silika yang memiliki tingkat ketajaman tinggi seperti pecahan kaca.

 

Masalah lainnya, wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau panjang yang berakibat banyak debu di jalan. Debu jalanan mempunyai efek mengganggu yang tidak kalah merepotkan jika diabaikan.

 

Pasalnya, keduanya dapat merusak beberapa filter mobil yang berhubungan langsung dengan lingkungan di sekitar mobil: filter udara mesin dan filter kabin. Khusus mobil hybrid, ada filter yang melindungi sistem pendingin baterai di bawah kabin mobil.

 

1. Filter Udara

Filter udara memiliki tugas untuk menyaring partikel asing agar tidak masuk ke dalam sistem injeksi bensin dan ruang bakar. Filter udara yang kotor akan membuat perbandingan udara dan bahan bakar menjadi tidak sempurna sehingga mesin boros dan tidak bertenaga.

 

Dalam jangka panjang, risiko lebih berat akan terjadi kalau abu berhasil masuk ke ruang bakar dan merusak komponen di dalamnya. Karena itu dianjurkan untuk mengurangi mobilitas ke area yang terdampak abu dan debu.

 

Selanjutnya, cek kondisi filter udara tanpa perlu menunggu periode servis berkala. Segera ganti filter udara kalau sudah terlalu kotor supaya tidak gagal menyaring kotoran.

 

2. Filter Kabin

Filter kabin atau filter AC kerap dilupakan karena minimnya pengetahuan pemilik mobil, bahkan tidak tahu letaknya di balik dasbor mobil. Perangkat ini menerima udara yang ditarik dari bawah dasbor sisi penumpang untuk diteruskan ke evaporator.

 

Itulah kenapa udara di dalam kabin harus bersih supaya AC tidak melakukan sirkulasi udara yang kotor. Ketika filter kabin kotor, udara yang diembuskan ke dalam kabin juga kurang sehat sehingga mengganggu kenyamanan dan memicu penyakit pernapasan.

 

Cek rutin minimal sebulan sekali dan lakukan pembersihan ringan. Tapi kalau sering buka-tutup pintu atau bermobilitas ke area rawan debu, lakukan penggantian segera tanpa perlu menunggu periode servis berkala. Ingat, Kesehatan Anda jauh lebih ‘mahal’ ketimbang filter kabin.

 

3. Filter Baterai Hybrid Toyota

Hybrid EV Toyota umumnya menggunakan sistem pendingin berbasis udara (air coooled) yang bekerja dengan cara mengalirkan udara dari kabin ke baterai hybrid untuk mempertahankan temperatur agar selalu berada pada nilai standar yang ditetapkan.

 

Terdapat cooling blower filter sebagai penyaring udara yang akan dialirkan untuk mendinginkan baterai. Sama dengan AC mobil, udara pendingin dialirkan dari kabin, tepatnya lewat kisi udara di bawah jok penumpang depan. Sehingga, ada potensi abu dan debu terisap masuk andai bagian dalam mobil kotor.

 

Saluran yang tertutup akibat kotor, akan membuat pendinginan tidak dapat berlangsung dengan baik dan memicu indikator peringatan HV Battery pada panel instrumen menyala.

 

Jika rusak, maka baterai penting ini tidak dapat menyimpan listrik yang dihasilkan oleh motor generator saat kondisi pengisian. Kondisi ini akan mempercepat penurunan usia pakai dan kapasitas baterai.

 

Oleh sebab itu, lakukan pengecekan cooling blower filter secara berkala. Serahkan pada teknisi bengkel resmi Toyota supaya tidak menghambat sistem pendingin baterai hybrid dan menjaga usia pakainya.

Latest Article
Back to top