Skip to main content

Search Modal

Car Culture di Jepang yang Kuat Dibuktikan oleh Mobil-mobil Toyota yang Ikonik dan Mendunia

Main Area

Main

Car Culture di Jepang yang Kuat Dibuktikan oleh Mobil-mobil Toyota yang Ikonik dan Mendunia

Car culture di Jepang adalah fenomena unik yang menggabungkan keahlian teknik tinggi, obsesi terhadap performa, dan ekspresi seni individual yang kuat. Budaya ini tumbuh dari kombinasi kondisi pasca perang yang berat, kebangkitan industri otomotif yang pesat, serta pengaruh budaya anak muda yang kreatif.

 

Setelah Perang Dunia II, Jepang membangun industri otomtoif yang fokus pada kendaraan multiguna. Contohnya adalah Toyota BJ untuk kebutuhan kepolisian Jepang pada tahun 1951. Mobil ini menjadi cikal bakal Toyota Land Cruiser (TLC) yang kini dinobatkan sebagai ikon Luxury SUV.

 

Industri otomotif Jepang berkembang pesat mulai era 1970an sehingga menjadi pemimpin dunia dengan melahirkan merek ikonik seperti Toyota. Di masa itu muncul gerakan Bosozoku (geng motor) yang kemudian merambah ke mobil. Mereka memodifikasi kendaraan dengan gaya ekstrem sebagai bentuk ekspresi diri.

 

Budaya balap liar di jalan tol dan drifting di jalan pegunungan menjadi sangat populer. Lokasi seperti Daikoku Parking Area (PA) menjadi tempat berkumpul ikonik para car enthusiast, bertemunya berbagai aliran modifikasi, mulai dari Japanese Domestic Market (JDM), supercar, kei car, hingga kustom yang unik dan kreatif.

 

Acara otomotif seperti Tokyo Auto Salon, Osaka Auto Messe, dan Tokyo Motor Show (sekarang Japan Mobility Show) menjadi platform bagi pecinta mobil untuk bertemu, memamerkan karya modifikasi, dan berbagi minat terhadap mobil.

 

Car culture didukung pula oleh munculnya rumah modifikasi penampilan dan performa kendaraan, seperti Toyota Racing Development (TRD). Tidak dapat dilupakan pula sejarah dan prestasi Toyota di event motorsport global melahirkan mobil harian bergaya touring atau rally.

 

Sekarang budaya tersebut berkembang pula sebagai upaya melestarikan kendaraan-kendaraan masa lalu yang menjadi simbol car culture global. Bahkan kini secara khusus GR menyediakan Heritage Parts untuk kendaraan lawas tertentu agar kondisinya tetap prima dan antik.

 

JDM Dalam Car Culture Jepang yang Mendunia

 

Awalnya, Japanese Domestic Market (JDM) merujuk pada kendaraan yang diproduksi khusus untuk pasar Jepang, menampilkan teknologi mutakhir dan desain yang disesuaikan dengan preferensi lokal. Meskipun hanya terbatas di Jepang, reputasinya kemudian menyebar luas akibat standar tinggi yang disematkan.

 

Dengan diperkenalkannya model-model ikonik seperti Toyota Supra dan AE86, JDM dengan cepat mendapatkan pengikut fanatik di kalangan penggemar di seluruh dunia. Kendaraan yang berorientasi pada performa ini, terkenal akan keandalan, kelincahan, dan potensi modifikasi, memikat hati para penggemar mobil di manapun sehingga memicu tren JDM global.

 

Lebih dari sekadar performanya, mobil JDM juga terjalin erat dengan budaya pop Jepang, terutama melalui anime, manga, dan video game. Eksistensi JDM car dengan hightlight pada penampilan yang outstanding dan performa yang menggairahkan, menghipnotis para penyuka seni visual Jepang.

 

Seri-seri legendaris seperti Initial D, Wangan Midnight, dan Gran Turismo menampilkan mobil JDM dalam skenario balap beroktan tinggi, yang memperkuat daya tariknya dan mengukuhkan statusnya sebagai ikon budaya kontemporer.

 

Mobil Toyota yang Menjadi Ikon Car Culture di Jepang

 

1. Toyota FJ40

Bulan Agustus 1960, Toyota Land Cruiser (TLC) generasi ke-3 hadir dengan julukan Land Cruiser 40 atau FJ40. Seri ini menjadi model Land Cruiser paling populer dan melegenda sepanjang sejarah dengan masa produksi sangat panjang hingga tahun 1986.

 

Seri ini juga yang membuat nama TLC dikenal secara global sebagai kendaraan Toyota 4x4 paling tangguh. Saat ini, FJ40 merupakan salah satu collector item Toyota yang diburu oleh penggemarnya hingga ke pelosok wilayah berkat ketangguhannya di berbagai medan jalan di seluruh dunia.

 

2. Toyota Supra

Generasi pertama Supra lahir di tahun 1978, satu keluarga dengan Celica yang diberi nama Toyota Celica Supra atau Celica XX di Jepang. Di tahun 1981, generasi kedua Supra hadir di Jepang. Tampilannya begitu aerodinamis di masanya, dengan lampu pop-up yang sedang menjadi trend saat itu.

 

Sejarah baru tercatat ketika Toyota memutuskan untuk menghadirkan generasi keempat Supra dengan kode bodi A80 di tahun 1993. Dengan postur tubuh atletis dan modern, Supra Mk4 tampil bak selebritis di banyak film Hollywood. Salah satunya adalah franchise film Fast and Furious yang sukses sebagai box-office movie.

 

Sang legendaris Supra generasi ke-5 dengan kode bodi A90 hadir di ajang Detroit Auto Show 2019. Pemuja kecepatan langsung dapat merasakan sensasi berkendara yang disajikan oleh GR Supra sebagai sportscar dengan DNA sport yang panjang dan menggairahkan.

 

3. Toyota Celica

Mobil ini pertama kali diperkenalkan tahun 1970 sebagai jawaban atas pasar mobil sport dua pintu yang sedang marak di Amerika dan Eropa. Berasal dari bahasa Latin yang berarti surga, desainnya yang ramping dan agresif membuat Celica langsung mencuri perhatian.

 

Celica sempat diproduksi selama tujuh generasi sampai dihentikan pada tahun 2006. Nama Celica mencuat karena sepak terjangnya di balap rally dunia era 19070-1990an. Salah satunya adalah Celica GT-4 yang membawa pereli Carlos Sainz, Juha Kankkunen, dan Didier Auriol ke puncak dunia balap rally.

 

4. Toyota AE-86

Pendahulu GR86 itu pertama diperkenalkan pada 1983 hingga menjadi salah satu mobil paling legendaris hari ini. Generasi Toyota AE86 (Sprinter Trueno dan Corolla Levin) menjadi generasi kelima Corolla pada 1983-1987. Sekarang, DNA-nya diteruskan oleh GR86 yang telah memasuki generasi ke-2.

 

AE86 memiliki dua gaya bodi yakni kupe dan hatchback dengan dua pilihan lampu utama yakni jenis konvensional dan pop-up yang ikonik. Mobil ini dijuluki ‘Hachiroku’ yang diambil dari kode AE86. ‘Hachi’ adalah angka delapan dan ‘Roku’ adalah enam. Sementara ‘A’ mewakili kode mesin mobil (4A-GE) dan ‘E’ mewakili Corolla.

 

Toyota AE86 dalam anime Initial D adalah mobil ikonik milik Takumi Fujiwara, anak seorang penjual tahu. Dikenal dengan warna hitam-putih dan lampu pop-up, mobil penggerak roda belakang (RWD) ini menjadi legenda berkat adegan balap turun gunung (downhill) di Gunung Haruna.

 

5. Toyota Corolla

Soal performa, Toyota Corolla mungkin masih kalah hebat ketimbang model-model lain. Namun, sedan ini berhasil terjual lebih dari 40 juta unit secara global sejak pertama kali diluncurkan pada 1966. Untuk penggemar balap, Toyota juga merilis Corolla AE86 di pertengahan tahun 1980-an.

 

Corolla termasuk model kendaraan yang sukses ‘membelah diri’ ke dalam beberapa segmen. Tidak hanya sedan, melainkan juga liftback, hatchback, sport 2 pintu, touring, sampai menjadi basis SUV Corolla Cross. Secara khusus GR juga menghadirkan GR Corolla sebagai hatchback 4-pintu berjiwa mobil balap.

 

Setiap generasi Corolla memiliki cirikhas kuat yang menjadi daya tarik sampai sekarang. Seperti generasi ke-3 yang di Indonesia disebut sebagai Corolla DX, serta generasi ke-4 yang melahirkan AE-86. Kini Corolla sudah mencapai generasi ke-12 dengan andalannya Corolla Altis menggunakan badge GR Sport dan teknologi Hybrid EV.

Latest Article
Back to top