Skip to main content

Search Modal

Alasan Wajib Cek Ban Mobil Setelah Libur Nataru, Mudah dan Bisa Dikerjakan Sendiri

Main Area

Main

Alasan Wajib Cek Ban Mobil Setelah Libur Nataru, Mudah dan Bisa Dikerjakan Sendiri

Bagi Anda yang baru saja menggunakan mobil untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pastikan mengecek kondisi ban mobil. Ada beberapa hal yang membuat pemilik mobil sebaiknya mengecek kondisi ban sebelum kembali beraktivitas, yakni:

1. Menopang Beban Mobil

Semua ban bertugas menopang seluruh beban mobil berikut isinya di masa libur Nataru. Biasanya, mobil akan dimuati full oleh penumpang dan barang sehingga kerja ban lebih berat dari biasanya. Khususnya kalau pengemudi mengabaikan aturan payload dan membiarkan mobil kelebihan muatan.

Padahal saat berjalan, ban menjadi peredam guncangan pertama sebelum diteruskan ke sistem suspensi. Mobil menjadi sulit dikendalikan dan butuh performa lebih besar saat akselerasi dan pengereman, termasuk saat belok. Jika dibiarkan, risiko seperti ban pecah atau kerusakan komponen mobil siap mengintai.

2. Menabrak Lubang di Jalan

Saat berlibur, ada risiko mobil terantuk batu atau lubang jalan, khususnya di daerah yang tidak Anda kenali situasinya. Padahal, mobil juga diisi muatan yang penuh sehingga ban menerima impak yang terbilang besar. Ada potensi kerusakan seperti ban sobek kalau tidak dicek ulang.

3. Meneruskan Traksi dan Pengereman

Mobil akan melakukan akselerasi dan pengereman di jalan. Kemampuan ini dikerjakan oleh telapak ban yang punya kontak langsung dengan permukaan jalan sehingga menghasilkan traksi. Saat pengereman, seluruh beban mobil yang penuh muatan langsung bertumpu di ban.

4. Mobil Bermanuver di Jalan

Sistem kemudi harus dijaga supaya dapat menggerakkan ban dengan baik, di lain pihak ban juga harus punya daya cengkeram yang pas. Dinding ban bertugas meredam gaya lateral saat berbelok dan telapak ban menjaga daya cengkeram. Karena itu, kondisi ban wajib diperiksa pascalibur Nataru.

5. Terkena Benda Asing

Dalam perjalanan, sangat mungkin ban terkena benda asing. Yang paling umum adalah kerikil yang masuk ke dalam alur ban. Terlihat wajar, namun jika sampai merobek ban maka akan mengenai anyaman kawat baja. Benda asing lainnya seperti paku bisa menancap tapi tidak membuat ban kempis kalau sudah tubeless.

Cara Merawat Ban Setelah Libur Nataru

1. Pastikan Tekanan Udara Ban Sesuai Rekomendasi Toyota

Tekanan ban yang lebih rendah membuat ban punya potensi pecah lebih besar karena dinding ban mendapatkan tekanan yang lebih tinggi daripada seharusnya. Pastikan untuk mengecek tekanan ban setidaknya seminggu sekali.

Ban dengan tekanan udara kurang juga menyebabkan mobil jadi berat dan sulit bergerak. Efek sampingnya adalah konsumsi BBM jadi boros karena mesin bekerja lebih berat. Selain itu, bagian tengah telapak ban juga jadi lebih cepat botak karena tekanan bertumpu di sana.

Tekanan udara ban juga tidak boleh berlebih sebab akan mengurangi kenyamanan karena terlalu keras. Ban juga lebih botak di sisi tengah karena tumpuan terpusat di sana. Selain itu, mobil juga lebih sulit dikendalikan karena cengkeraman ban terpusat di tengah telapak ban.

2. Periksa Telapak Ban

Cek telapak ban mobil dari risiko telapak yang robek. Periksa pula jika ada benda asing menancap seperti batu atau benda tajam lainnya. Perhatikan apakah sampai menyobek lapisan ban dan membuat anyaman ban terlihat yang dapat memicu korosi.

Segera ganti ban bila tanda Tire Wear Indicator (TWI) sudah sejajar dengan tinggi telapak ban. Letak TWI yang ada di beberapa titik ban juga bisa menjadi gambaran mengenai tingkat keausan ban. Jika tidak merata, bisa jadi ada masalah di sektor suspensi dan kemudi.

3. Dinding Ban Wajib Dicek

Dinding ban merupakan bagian dari ban yang pegang peran menopang beban mobil dan membantu meredam getaran sebelum diteruskan ke sistem suspensi. Selain itu, jika terjadi tumbukan keras biasanya dinding ban bakal kalah ditandai dengan benjolan di dinding ban.

4. Lakukan Rotasi Ban

Disarankan untuk melakukan rotasi ban setiap 6 bulan atau 10.000 km sekali. Rotasi membuat seluruh ban bertugas sehingga tingkat keausan ban dapat merata. Apalagi ada kecenderungan ban depan lebih cepat habis alurnya lantaran memegang beban paling besar saat mobil bergerak.

5. Cek Tutup Pentil Ban

Tugas ini memang sepele, karena apalah artinya tutup pentil ban. Namun faktanya, secara perlahan angin akan keluar lewat pentil jika tidak ditutup.

6. Inspeksi Kondisi Pelek

Jika sampai terjadi sesuatu pada pelek, seperti bibir pelek pecah, hampir pasti ban mobil akan mendapatkan tekanan sangat berat saat kejadian. Pelek yang rusak juga membuat keseimbangan ban berubah dan Anda harus melakukan balancing, bahkan harus ganti pelek.

7. Jangan Lupakan Ban Serep

Periksa kondisi ban serep, mulai dari tekanan udara, telapak ban, dan dinding ban. Pastikan pula perangkat darurat untuk mengganti ban seperti dongkrak dan kunci roda, tersedia lengkap dan tidak rusak.

8. Lakukan Spooring dan Balancing di Bengkel Resmi Toyota

Spooring dilakukan untuk mengatur keselarasan kaki-kaki mobil. Suspensi yang baik akan meringankan kerja ban dan memudahkan pengendalian. Balancing membuat putaran ban pada pelek tetap stabil. Alhasil, mobil dapat bergerak aman saat kecepatan tinggi tanpa khawatir terjadi sesuatu pada ban.

Latest Article
Back to top