Skip to main content

Search Modal

Uji Emisi Cegah Keracunan Gas CO dan Tekan Polusi Udara, Termasuk Menjaga Performa dan Keiritan Mesin Mobil Hybrid Toyota

Main Area

Main

Uji Emisi Cegah Keracunan Gas CO dan Tekan Polusi Udara, Termasuk Menjaga Performa dan Keiritan Mesin Mobil Hybrid Toyota

Baru-baru ini viral mengenai penumpang mobil yang meninggal akibat menghirup gas buang Karbon Monoksida (CO) yang sangat beracun. Gas yang tidak berwarna dan berbau ini, bisa menggantikan oksigen di dalam darah ketika mengikat sel darah, merampas oksigen jantung, otak, dan organ vital lainnya.

Karena ciri-cirinya tersamarkan, begitu sadar akan sulit mencari pertolongan karena badan terlalu lemas, bahkan untuk sekadar membuka pintu mobil. Banyak korban keracunan gas CO yang tidak tertolong lantaran menghirup gas berbahaya ini saat tidur di dalam mobil ber-AC yang tertutup rapat.

Masalahnya, gas CO merupakan bagian tidak terpisahkan dari mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine/ICE). Bersama Karbon Dioksida (CO2), Nitrogen Dioksida (NO2), dan Hidrokarbon (HC), CO merupakan gas sisa pembakaran mesin yang dibuang via knalpot.

CO2 merupakan gas yang mempunyai dampak berbahaya yang memberikan pengaruh terhadap pemanasan global. NO2 dapat pula mengakibatkan gangguan saluran pernapasan dan perih di mata. HC berasal dari proses pembakaran yang tidak sempurna berupa sisa-sisa uap mesin yang tidak terbakar.

HEV Toyota Sangat Rendah Emisinya

Toyota menghadirkan Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang ramah lingkungan dan hemat bensin sebagai solusi mobilitas yang paling pas saat ini. Kendaraan elektrifikasi (xEV) ini sanggup menekan emisi kendaraan menjadi sangat rendah berkat adanya motor listrik yang bersinergi dengan mesin bensin.

Motor listrik pada HEV Toyota, membuat operasional mesin bensin semakin jarang, bahkan sama sekali tidak bekerja ketika mode EV (Electric Vehicle) diaktifkan. Mesin tetap mati ketika mobil berhenti seperti di tengah kemacetan, sepanjang kapasitas baterai memadai. Alhasil, emisi yang dikeluarkan sangat rendah dan menekan potensi keracunan gas CO.

Kehadiran HEV juga terkait keinginan Toyota untuk mencapai carbon neutrality di masa depan. Melalui Multi Pathway Strategy, Toyota menyediakan opsi lengkap xEV untuk mendukung mobilitas masyarakat yang ingin mengurangi emisi karbon melalui cara yang paling memungkinkan.

Uji Emisi Untuk Mengetahui Kesehatan Mesin Mobil

Namun begitu, karena masih menghasilkan emisi, HEV Toyota yang dipimpin oleh Kijang Innova Zenix HEV dan Yaris Cross HEV, tetap wajib menjaga level gas buang supaya tidak melampaui ambang batas maksimal yang ditentukan oleh pemerintah Indonesia.

Ambang batas emisi kendaraan bermotor jenis bensin di Indonesia berpatokan pada parameter Karbon Monoksida (CO) 1,5% Vol dan Hidrokarbon (HC) 200 ppm Vol. Lebih dari itu, artinya mobil Anda butuh perhatian di sektor mesin.

Pastikan emisinya selalu rendah, Anda dapat uji emisi secara rutin setidaknya 6 bulan sekali saat servis berkala di bengkel resmi Toyota. Untuk membantu menekan polusi udara, nantinya lulus uji emisi turut dijadikan sebagai syarat perpanjang masa berlaku STNK setiap tahun.

Selain mencegah produksi gas buang yang berlebihan, uji emisi dimanfaatkan pula untuk mengecek kondisi mesin mobil. Jika ternyata kadar emisi melampaui ambang batas, berarti ada komponen mesin bermasalah sehingga memicu pembakaran yang tidak sempurna.

Padahal pembakaran yang sempurna sanggup menekan angka CO karena minimnya endapan karbon sisa pembakaran di ruang bakar. Busi dan koil yang prima membuat pembakaran selalu optimal, sementara angka Air Fuel Ratio (AFR) juga harus mendekati ideal untuk menjaga performa dan kehematan mesin, serta menurunkan kadar gas buang.

Servis Berkala Mengurangi Emisi Kendaraan

Servis berkala memastikan parameter-parameter di atas selalu terjaga sehingga emisi HEV berada di bawah ambang batas lantaran kinerja mesin selalu efisien. Selain tentunya memastikan konsumsi bensin selalu hemat sebagai salah satu keunggulan HEV Toyota.

Alhasil, servis berkala merupakan salah satu cara penting mencegah keracunan gas CO di dalam kabin mobil. Ketika servis berkala, seluruh komponen mobil diperiksa, sehingga dapat terdeteksi kalau ada potensi kebocoran di sekitar kabin mobil, dan mesin beserta saluran gas buang.

Tidak hanya itu, servis berkala dapat segera mendeteksi potensi masalah lain agar dapat diambil langkah perbaikan. Dengan begitu, biaya lebih besar karena kerusakan semakin berat atau mobil mogok dapat dihindari.

Servis berkala memastikan klaim garansi tidak gugur jika terjadi kerusakan karena rekaman perawatan dan perbaikan mobil tercatat dengan baik. Servis berkala ikut membuat harga jual kembali mobil tetap terjaga karena track record-nya dapat dicek oleh calon pembeli sebagai bukti Anda serius merawat mobil.

Latest Article
Back to top