Skip to main content

Search Modal

Pahami Transmisi Manual Dan Otomatis

Main Area

Main

Pahami Transmisi Manual Dan Otomatis

Ada dua pilihan transmisi yang bisa dipilih konsumen saat membeli mobil, yakni manual dan otomatis. Selain berbeda dari sistem, keduanya juga memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pemakaiannya pun berbeda.

Transmisi otomatis saat ini memang lebih banyak diminati oleh konsumen perkotaan. Namun untuk di daerah yang lalu lintasnya tidak terlalu padat dan memiliki medan yang menantang, transmisi manual masih menjadi favorit. Keduanya pilihan transmisi ini memiliki kelebihan masing-masing.



Transmisi otomatis memiliki beberapa kelebihan misalnya seperti lebih hemat bahan bakar, karena pengemudi mampu mengatur putaran mesin saat berkendara. Bila melakukan perpindahan transmisi dengan tepat pada putaran mesin maka penggunaan bahan bakar akan lebih efisien. Belum lagi harga mobil transmisi manual umumnya lebih terjangkau.

 

Sementara transmisi otomatis mempunyai keunggulan mudah digunakan. Untuk orang awam pun belajar mengendarai mobil otomatis akan terasa lebih mudah. Kelebihan lainnya adalah nyaman digunakan, tidak cepat membuat lelah, dan tidak repot memindahkan transmisi saat perjalanan.

 

Berikut beberapa hal yang boleh dilakukan (Do) dan tidak boleh (Don’t) :

 

Transmisi Manual

 


 

1. Saat parkir di area yang jalan miring (naik/turun), jangan hanya mengandalkan rem parkir (tangan) saja karena dikhawatirkan rem parkir kurang pakem. Pindahkan (masukkan) tuas transmisi ke gigi satu agar lebih aman dan mobil tidak merosot.


 

2. Jangan membiasakan salah satu tangan selalu berada di tuas transmisi selama perjalanan. Mengemudi dengan satu tangan lebih berbahaya karena reflek lebih lambat untuk mengendalikan setir.


 

3. Saat di lampu merah, jangan memasukkan gigi dan menahan kopling sambil menunggu lampu hijau. Posisikan tuas transmisi di netral dan lepas injakan kaki di pedal kopling sambil kaki kanan tetap menginjak rem. Selain faktor keamanan, cara ini juga bisa membuat kampas kopling lebih awet.


 

4. Jangan pernah mengemudi dengan menahan kopling. Saat mobil sudah melaju dan gigi sudah masuk, lepaskan kaki dari pedal kopling dan atur gas sesuai kecepatan. Cara ini bisa membuat kampas kopling lebih awet.


 



 

Transmisi Otomatis



1. Tidak adanya pedal kopling membuat transmisi otomatis hanya memiliki pedal gas dan rem. Saat mulai melaju, jangan langsung menginjak pedal gas dalam-dalam. Injak secara perlahan dan melaju dengan kecepatan yang semakin meningkat.


 

2. Jangan memposisikan tuas transmisi di ‘N’ (Netral) saat melewati jalan menurun. Biarkan di posisi ‘D’ (Drive) agar mobil tetap terkontrol dengan baik. Untuk beberapa kendaraan, saat jalan menurun posisikan transmisi pada gigi 3 atau bahkan 2 (dibawah ‘D’), agar saat menurun, kecepatan ditahan pada gigi tersebut.


 

3. Jangan secara tiba-tiba berpindah dari ‘D’ ke ‘R’ (Reverse) saat sedang melaju. Berikan jeda beberapa saat di netral sebelum berpindah sehingga mobil tetap aman dan tidak merusak gir boks.


 

4. Saat di lampu merah, sebaiknya posisikan tuas transmisi di ‘N’. Biarkan tetap di posisi ‘D’ sambil menunggu lampu hijau dengan posisi kaki menginjak pedal rem untuk menahan laju mobil.


 

5. Jangan memindahkan tuas transmisi ke ‘P’ (Parking) saat mobil masih melaju. Pastikan mobil sudah sepenuhnya berhenti, baru pindahkan ke posisi ‘P’.

Latest Article
Back to top