Skip to main content

Search Modal

Microsleep Dapat Memicu Kecelakaan Saat Balik dari Libur Nataru, Solusinya Hanya Satu!

Main Area

Main

Microsleep Dapat Memicu Kecelakaan Saat Balik dari Libur Nataru, Solusinya Hanya Satu!

Ada kendala non teknis yang dapat memicu masalah ketika balik dari libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), yakni kondisi pengemudi mobil. Konsentrasi turun, kurang fokus, terdistraksi, serta microsleep dapat menjadi penyebab timbulnya masalah di jalan.

Microsleep merupakan kondisi hilangnya kesadaran atau perhatian seseorang karena merasa lelah atau mengantuk. Suatu situasi yang wajar, namun akan jadi malapetaka ketika microsleep menimpa Anda yang sedang mengemudi mobil.

Microsleep umumnya hanya berlangsung sekejap, antara sepersekian detik sampai 10 detik saja. Tapi serangan tidur tiba-tiba ini bisa bertambah durasinya menjadi lebih lama saat Anda benar-benar memasuki fase tidur.

Padahal, dalam perjalanan libur Nataru yang panjang, pengemudi akan mengalami kelelahan fisik dan mental. Khususnya kalau Anda menyetir sendirian tanpa ada cadangan atau pengganti dan terkena macet di jalan.

Karena itu, beberapa pengguna jalan memaksakan untuk terus mengemudi meskipun badan sudah letih. Mereka mengabaikan satu masalah krusial ketika fisik sudah tidak mendukung yaitu microsleep. Begitu masuk ke fase ini dan gagal mengendalikan, potensi kecelakaan sangat besar.

Apa itu Microsleep?

Microsleep adalah fase tertidur secara tiba-tiba hanya dalam waktu singkat. Fase ini terjadi karena otak merasa kelelahan namun tetap bertahan akibat tubuh memaksa untuk terus fokus. Seseorang yang terkena serangan microsleep tidak menyadari ketika dirinya memasuki kondisi tidur.

Pada saat mengantuk, otak mulai mematikan sementara sebagian aktivitas. Kondisi ini dinamakan tidur lokal, di mana tubuh masih terjaga, tapi otak tidak berfungsi penuh. Microsleep adalah fase tidur lokal yang “kebablasan” sehingga membuat otak lumpuh. Jika tubuh tidak kembali sadar, risikonya adalah kecelakaan.

Bahaya Microsleep Saat Mengemudi Mobil

Misalkan Anda mengalami serangan microsleep saat kecepatan 100 km/jam. Dalam 1 detik, mobil akan kehilangan kendali sejauh 27 meter atau sekitar 81 meter dalam 3 detik. Apa saja bisa terjadi, mulai dari pindah lajur, menabrak pembatas jalan, hingga menabrak kendaraan lain.

Tidak kalah penting, efek tumbukan saat kecelakaan sangat luar biasa karena Anda tidak sadarkan diri sehingga tidak ada upaya pengereman. Bayangkan ketika mobil adu banteng dengan bus umum atau truk dari arah berlawanan atau yang sedang berhenti di bahu jalan.

Tanda Pengemudi Kena Microsleep

- Tiba-tiba kaget atau terbangun oleh sentakan tubuh dan kepala

- Tidak menyadari apa yang baru terjadi, padahal tidak sedang melamun

- Menguap terus-menerus

- Kelopak mata sangat berat

- Mata berkedip berlebihan

- Tiba-tiba susah memproses informasi atau bingung ketika diajak berkomunikasi

- Arah kemudi tanpa disadari keluar dari lajur

- Tidak mendengarkan pembicaraan orang lain

- Tidak ingat kejadian 1-2 menit yang lalu

- Menjatuhkan barang yang sedang dipegang

- Hilang kontrol postur tubuh sehingga kepala terjatuh tiba-tiba.

Gejala-gejala tersebut sangat berbahaya ketika terjadi saat mengemudi, terlebih di momen libur Nataru yang padat. Bukan hanya membahayakan diri sendiri dan keluarga tercinta, tetapi juga membahayakan pengendara lain.

Tips Cegah Serangan Microsleep

Pastikan Anda memenuhi kebutuhan waktu tidur sekitar 6-8 jam sehari dan berhati-hatilah jika tidur kurang dari 6 jam, khususnya sebelum berkendara jarak jauh seperti liburan Nataru. Jika ingin mengonsumsi obat-obatan, pastikan tidak mengandung obat tidur.

Setelah memastikan waktu tidur yang cukup, berkendaralah dengan rileks dan nyaman. Dengarkan musik kesukaan dan lakukan gerakan senam ringan di tempat duduk saat terkena macet. Makan secukupnya supaya tidak terlalu kenyang, apalagi sampai mengantuk.

Lakukan gerakan mata setiap dua detik sekali dan mengecek spion setiap delapan detik sekali. Mengobrol dengan teman perjalanan bisa dilakukan untuk menghindari rasa bosan. Saat merasa mengantuk, lakukan power nap (tidur singkat yang menyegarkan) dulu sebelum mengemudi mobil.

Solusinya Hanya Tidur

Ketika gejala microsleep dirasakan, apa yang bisa Anda lakukan? Hanya satu solusinya, yakni tidur pulas! Minimal sekali 30 menit, atau kalau sampai 1 jam sangat bagus untuk memulihkan kondisi fisik. Sebenarnya belum maksimal, tapi tetap jauh lebih baik ketimbang menolak tidur.

Untuk perjalanan jauh lebih dari 4 jam, pastikan Anda dapat tidur di waktu istirahat kedua. Misalnya setelah mengemudi 2 jam pertama, Anda bisa istirahat sekitar 30 menit. Setelah itu dapat mengemudi lagi selama 2 jam berikutnya dan melakukan istirahat kedua.

Anda wajib tidur setidaknya selama 30 menit di waktu istirahat kedua. Dengan begitu, kondisi fisik dapat dipulihkan. Kecuali ada pengemudi pengganti, pastikan Anda menjalankan metode ini untuk mengurangi risiko microsleep.

Latest Article
Back to top