Skip to main content

Search Modal

Dampak Negatif Mobil Overload yang Merugikan, Hitung Payload dan Atur Muatan dengan Baik Sebelum Mudik Lebaran

Main Area

Main

Dampak Negatif Mobil Overload yang Merugikan, Hitung Payload dan Atur Muatan dengan Baik Sebelum Mudik Lebaran

Di masa mudik dan libur Lebaran, jangan abaikan aturan yang sudah tersedia di buku manual kendaraan soal kemampuan mobil membawa penumpang dan barang. Masalahnya, selama masih ada ruang tersisa, kebanyakan oramg akan mengisinya dengan barang bawaan.

 

Pandangan tersebut terbukti salah karena meskipun mobil Toyota khususnya jenis MPV dan SUV memiliki bagasi yang lapang, tiap mobil memiliki bobot maksimal yang tak boleh diabaikan. Jika dipaksa melampaui batas, pasti akan ada konsekuensinya.

 

Dampak Negatif Mobil Kelebihan Muatan

 

1. Penumpang Kurang Nyaman dan Aman

Dampak negatif mobil yang kelebihan muatan atau overload cukup beragam. Seperti penumpang merasa tidak nyaman karena desak-desakan. Hal lain yang fatal adalah tidak semua orang bisa menggunakan seatbelt sehingga kalau terjadi kecelakaan akan mengakibatkan cidera yang lebih parah.

 

2. Risiko Cidera Akibat Kena Barang yang Terlempar

Meski jumlah penumpang sesuai kapasitas tempat duduk, perhatikan volume barang yang akan dibawa. Biasanya banyak yang menaruh barang di sela-sela kaki penumpang, di kolong kursi, atau di atas kursi kosong yang tidak ada orangnya.

 

3. Jarak Pengereman Semakin Bertambah

Jika terjadi pengereman mendadak, barang yang ada di dalam kabin akan terlempar ke depan. Hal ini bisa mengakibatkan penumpang cidera. Selain itu, bisa bikin kaget driver dan menyebabkan gagal antisipasi. Efeknya bisa menimbulkan kecelakaan yang lebih besar.

 

Selain itu, akibat bobot yang bertambah, jarak pengereman akan semakin jauh karena kemampuan rem sudah disesuaikan dengan payload atau kemampuan mobil membawa muatan. Stabilitas juga berbeda dibanding mobil dalam kondisi standar dan semakin sulit dikendalikan pada saat kecepatan tinggi.

 

4. Center of Gravity Pindah ke Belakang

Semakin berat muatan, akselerasi dan daya cengkeram rem akan berkurang. Momentum atau daya dorong mobil semakin kuat. Terjadi perpindahan bobot kendaraan atau center of gravity, yang awalnya merata, jadi pindah ke belakang.

 

5. Daya Cengkeram Ban Turun Drastis

Dampaknya, tekanan dan beban kendaraan di depan menjadi lemah sehingga daya cengkeram roda depan ikut berkurang. Sehingga kendaraan menjadi lebih sulit dikendalikan dan lebih liar. Sedikit saja perubahan arah kemudi akan mengakibatkan mobil limbung.

 

6. Mobil Sulit Dikendalikan

Begitu dilakukan pengereman, bobot mobil langsung pindah ke depan. Karena overload, rem akan sulit bekerja, ditambah ban dan kemudi juga mendapatkan tekanan yang tinggi. Mobil menjadi sulit berhenti dan dikendalikan, bahkan bisa nyelonong sehingga menabrak mobil lain.

 

Menghitung Payload atau Daya Angkut Kendaraan

 

Sebelum mudik Lebaran, pelajari dulu load factor atau bobot yang bisa dibawa oleh mobil. Jika dilanggar dengan alasan apapun, perhitungan keamanan tersebut akan percuma dan menambah potensi kecelakaan. Hitung daya angkut atau payload kendaraan dari buku manual kendaraan.

 

Katakan Anda memiliki MPV dengan berat kosong 1.000 kg. Dengan berat total kendaraan 1.600 kg, maka ada selisih 600 kg. Artinya, bobot barang dan penumpang maksimal yang aman untuk bisa dibawa oleh mobil adalah 600 kg.

 

Jumlah penumpang yang diperbolehkan untuk MPV adalah 7 orang sesuai kapasitas tempat duduknya. Bila berat rata rata penumpang adalah 70 kg, maka total beban penumpang maksimal adalah sekitar 7 x 70 kg = 490 kg. Masih ada sisa sekitar 110 kg untuk membawa barang.

 

Menghitung dari Load Index Ban

 

Anda juga bisa menghitung daya angkut mobil dengan membaca kode load index pada ban mobil. Seperti kode 95V, angka 95 sebagai indeks berat maksimal (load index) yang dapat dipikul oleh setiap ban.

 

Angka 95 berarti bobot maksimal yang dapat dipikul oleh masing-masing ban adalah 690 kg. Dikali 4 ban, maka load index total ban tersebut adalah 2.760 kg. Dikurangi bobot kendaraan, Anda akan mendapatkan beban penumpang dan barang maksimal yang bisa dibawa.

 

Tips Atur Muatan Mobil Jelang Mudik Lebaran

 

1. Maksimalkan Kemampuan Angkut Bagasi

Anda dapat menaruh barang paling berat seperti kopor besar di bagian dalam sisi tengah bagasi. Barang yang lebih ringan ke sisi kiri kanannya dengan posisi saling mengunci agar tidak mudah bergerak. Dilarang menumpuk barang melebihi tinggi sandaran jok karena dapat mengganggu visibilitas pengemudi dan mencegah terlempar saat darurat.

 

2. Atur Barang Bawaan di Ruang Penumpang

Simpan makanan dan minuman ringan serta mainan anak dalam wadah khusus. Manfaatkan rongga penyimpanan di pintu, konsol tengah, dasbor, dan di balik sandaran bangku untuk menyimpan barang kecil. Kolong bangku mobil juga dapat diselipkan barang bawaan kecil.

 

3. Atur Posisi Duduk Penumpang

Supaya tetap nyaman sekaligus menambah daya angkut barang, mobil dengan 2 baris bangku cukup diisi oleh 4 orang dengan konfigurasi 2-2. Sementara untuk 3 baris bangku cukup diisi oleh 6 orang dengan konfigurasi 2-2-2.

 

4. Jangan Lakukan Manuver Agresif

Pada kondisi mobil bermuatan penuh, sebaiknya hindari manuver agresif yang bisa mengakibatkan kestabilan mobil berkurang. Baik itu saat berbelok, maupun ketika hendak mendahului kendaraan lain. Sehingga dibutuhkan kebijakan ketika mengendalikan mobil.

 

5. Jangan Rem Mendadak

Pergunakan rem mobil secara bijak. Demi mengurangi laju kendaraan, ada baiknya manfaatkan engine brake, terutama di jalan menurun. Jangan melakukan pengereman mendadak karena mobil sulit dikendalikan dan khawatir rem jadi malfungsi karena bekerja terlalu berat.

 

6. Patuh Aturan Lalu Lintas

Pastikan Anda menerapkan prinsip safetu driving di jalan dengan mematuhi aturan dan etika berkendara yang aman dan nyaman. Patuhi aturan kecepatan minimal dan maksimal di jalan sehingga laju kendaraan tetap dapat dikendalikan dengan baik.

 

7. Jaga Emosi Selama Berkendara

Jaga emosi sehingga tidak terpancing untuk melakukan manuver berbahaya yang akan membuat mobil semakin sulit dikendalikan. Jangan pernah mengalihkan perhatian seperti bermain ponsel yang akan membuat Anda lupa bahwa mobil membawa muatan penuh.

 

8. Rawat Kondisi Mobil

Ada beberapa komponen mobil yang akan bekerja keras ketika daya angkut mobil mencapai titik maksimal, yaitu mesin, kaki-kaki, dan rem mobil. Anda wajib memeriksa kondisi mobil dengan melakukan servis berkala di bengkel resmi Toyota.

Latest Article
Back to top