Skip to main content

Search Modal

Belajar Paham Paralel Hybrid System New Land Cruiser 300 Hybrid EV, Fokus pada Performa yang Superior

Main Area

Main

Belajar Paham Paralel Hybrid System New Land Cruiser 300 Hybrid EV, Fokus pada Performa yang Superior

Teknologi Hybrid pada Toyota Land Cruiser 300 Hybrid EV dirancang tidak hanya untuk efisiensi, namun juga dalam rangka meningkatkan performa berkendara. Karena itu, SUV Premium ini mengadopsi teknologi Paralel Hybrid System.

 

Dengan penyaluran torsi yang lebih kuat, akselerasi yang lebih halus, dan pengendalian yang lebih responsif, Land Cruiser 300 Hybrid EV meningkatkan pengalaman mengemudi di berbagai skenario perjalanan dan memperlihatkan bahwa teknologi Hybrid Toyota dapat menghasilkan superior performance.

 

Tenaga dan Torsi Gabungan yang Dahsyat

 

Luxury SUV ini menggabungkan kinerja mesin bensin V35A-FTS V6 3.500 cc twin-turbo dengan motor listrik secara berkesinambungan. Output tenaga mesin bensin adalah 305 kW pada 5.200 rpm dan torsi 650 Nm pada 2.000-3.600 rpm, dimana tenaga dan torsi motor listrik adalah 36 kW dan 250 Nm.

 

Secara sistem, tenaganya naik ke 341 kW dan torsi ‘dahsyat’ 790 Nm, menjadikannya sebagai Land Cruiser paling bertenaga saat ini. Sebagai perbandingan, versi gasoline dengan kubikasi mesin yang sama, tenaganya hanya 305 kW dan torsi 650 Nm.

 

Sistem Hybrid yang Mengutamakan Performa yang Kuat dan Linier

 

Mobil ini berbeda dari mobil hybrid Toyota pada umumnya. Seperti diketahui, THS memanfaatkan Series Paralel Hybrid dalam menyalurkan tenaga dari mesin bensin dan motor listrik.

 

Prinsip kerja ini berbeda dengan Paralel Hybrid System pada Land Cruiser 300 Hybrid EV yang berusaha memberikan performa terbaik di medan on dan off-road.

 

Paralel Hybrid System menempatkan motor listrik di antara mesin bensin dan transmisi otomatis 10-speed. Terhubung lewat Open Clutch, mesin bensin dan motor listrik dapat beroperasi secara bersamaan atau terpisah guna memberikan efisiensi bahan bakar yang optimal serta performa berkendara yang tinggi.

 

Kopling dan motor listrik yang dipasang di antara mesin dan transmisi otomatis, memberikan fleksibilitas pemilihan sistem penggerak. Kontrol akselerasi berkontribusi pada peningkatan kinerja berkendara di luar jalan raya.

 

Hasilnya adalah akselerasi yang kuat, responsif, dan linier, dimana respons throttle meningkat dibandingkan non-hybrid. Didukung fitur off-road yang teruji kualitasnya, SUV ini merupakan partner bertualang yang fun.

 

Berbeda dari Power Split Device yang mengutamakan efisiensi, SUV ini menggunakan torque converter dan rangkaian roda gigi yang unggul dalam kinerja termal, dengan mempertimbangkan suhu yang meningkat ketika muatan penuh dan lokasi yang berat.

 

Prinsip Kerja Paralel Hybrid System

 

Paralel Hybrid System menempatkan mesin bensin, open clutch (kopling), motor listrik, dan transmisi dalam satu rangkaian searah (paralel). Selain itu, baterai tegangan tinggi terhubung dengan motor listrik.

 

Secara garis besar, prinsip kerjanya terdiri atas 5 skema yang berganti secara otomatis sesuai kondisi jalan dan kebutuhan saat itu:

 

1. EV Driving: Mobil bekerja sepenuhnya dengan menggunakan tenaga dari baterai tegangan tinggi yang memutar motor listrik. Mode EV dapat berjalan pada kecepatan di bawah 30 km/jam.

 

2. Engine Only: Sumber tenaga untuk menggerakkan semua roda murni berasal dari mesin bensin untuk memberikan karakteristik sporty di kecepatan menengah dan tinggi.

 

3. EV Regeneration: Prinsip kerjanya sama dengan Energy Regenerative Braking System, di mana energi kinetik dari perlambatan dan pengereman dialirkan ke baterai sebagai tambahan energi listrik.

 

4. Electric Motor + Engine: Open Clutch mengolaborasi tenaga dari mesin bensin dan motor listrik untuk menghasilkan tenaga dan torsi yang andal untuk berkendara di medan off-road.

 

5. Engine Drive + Battery Charge: Dalam skema ini, mesin bensin membagi tenaga yang dihasilkan untuk mengisi daya baterai dan menggerakkan roda. Sehingga, kapasitas baterai terjaga dan mobil melaju berkat asupan tenaga dari mesin bensin.

 

Sistem Kontrol Ketika Paralel Hybrid Rusak

 

Pada Hybrid EV Toyota pada umumya, mobil tidak dapat berjalan ketika hybrid bermasalah karena listrik tegangan rendah aki berasal dari motor listrik. Khusus pada TLC 300 HEV, aki 12 Volt dikombinasikan dengan alternator tambahan. Kalau sistem hybrid rusak, mobil masih bisa starter pake aki 12 V biasa dan jalan hanya menggunakan mesin.

 

Baterai Terlindungi dengan Baik

 

Baterai Ni-MH meningkatkan performa di berbagai medan jalan. Termasuk peletakannya di bawah jok baris ketiga dengan layout yang disesuaikan dengan posisi ban serep dan area kolong agar tidak mengurangi kemampuan off-road. Sehingga tetap aman ketika melewati sungai ataupun genangan hingga setinggi 700mm.

Latest Article
Back to top