Skip to main content

Search Modal

Bahaya Laten di Musim Hujan yang Dapat Memicu Masalah Lebih Besar Jika Diabaikan

Main Area

Main

Bahaya Laten di Musim Hujan yang Dapat Memicu Masalah Lebih Besar Jika Diabaikan

Musim hujan belum akan berakhir, malah semakin rutin terjadi akhir-akhir ini. Hal ini jelas menyulitkan Anda yang mengandalkan kendaraan roda empat sebagai solusi mobilitas. Seperti banjir, macet, pohon tumbang, dan gangguan lainnya yang dapat menghambat perjalanan.

 

Namun yang tidak kalah penting, ada masalah lain pada kendaraan akibat hujan yang dapat berakibat fatal kalau diabaikan. Kerusakan baru terlihat pada jangka waktu tertentu, misalnya bodi mobil keropos atau mesin rusak. Berikut daftar masalah dan solusi mengatasinya:

 

1. Water Hammer

Water hammer adalah kerusakan mesin akibat air masuk ke ruang bakar. Kondisi ini sering terjadi saat melewati banjir atau tergenang air, menyebabkan piston bengkok atau hancur karena air tidak bisa dikompresi seperti udara, dan bisa membuat mesin mati total.

 

Kalau kemasukan air yang parah, efek water hammer akan langsung terasa dimana mesin mobil mati total. Dalam situasi seperti ini, jangan pernah menyalakan mesin dan panggil layanan darurat untuk membawa mobil ke bengkel resmi Toyota terdekat.

 

Dampak water hammer juga baru dapat terasa dalam jangka waktu panjang kalau air merembes dalam jumlah sedikit dan tidak masuk ke ruang bakar. Umumnya, air menyelinap ke ruang oli sehingga tercampur dan merusak senyawanya.

 

Oli kehilangan daya lindung dan daya lumas sehingga kemampuannya dalam menjaga kinerja mesin bakal turun. Padahal, mesin bekerja berat seperti mengeluarkan panas dan gaya gesek yang tinggi. Jika tidak terdeteksi maka akan merusakn komponen mesin karena oli tidak dapat bekerja dengan baik.

 

Solusi

Hindari genangan air yang dapat membuat air masuk ke dalam ruang mesin, khususnya buat mobil hybrid dengan sistem kelistrikan yang kompleks. Mencari jalan alternatif merupakan solusi paling baik. Namuan bagaimana kalau banjir merata? Pastikan kedalaman air tidak lebih dari setengah tinggi ban.

 

Lewati genangan air dengan tenang supaya tidak sampai naik ke ruang mesin. Waspada potensi masalah seperti lubang atau kendaraan lain yang mogok. Meskipun mobil dapat melewati banjir dengan aman, cek kondisi oli di pagi hari untuk memastikan tidak ada kontaminasi air.

 

Segera bawa mobil ke bengkel resmi Toyota kalau warna oli berubah sebagai tanda ada air tercampur. Pastikan pula kerusakan tidak merembet ke komponen mesin yang bisa memicu masalah baru yang butuh biaya besar untuk perbaikan.

 

2. Water Spot

Bekas air hujan yang tidak dibersihkan kadang meninggalkan jejak di bodi dan kaca mobil yakni water spot atau jamur kaca/bodi. Water spot adalah noda putih atau keabu-abuan yang muncul di permukaan cat dan kaca mobil setelah air mengering.

 

Bercak noda ini merepotkan lantaran meninggalkan jejak yang sulit dibersihkan saat mencuci mobil. Bukan sekadar air biasa, noda ini mengandung mineral dan kotoran bekas polusi udara. Begitu mengering, akan meninggalkan bekas yang membuat mobil tampak kotor.

 

Jika dibiarkan, dalam jangka panjang bisa merusak penampilan kendaraan karena tampak kusam dan kotor. Kaca yang kotor juga sanggup menurunkan daya pandang pengemudi yang tidak bisa dibersihkan hanya dengan mengandalkan sapuan wiper.

 

Solusi

Walaupun merepotkan, segera cuci mobil setiap pulang ke rumah setelah kena hujan. Pastikan kering sepenuhnya supaya kaca dan bodi mobil tidak meninggalkan noda yang lambat laun menjadi water spot. Gunakan bahan pelindung lapisan cat dan kaca agar kotoran tidak mudah menempel.

 

3. Bau Apak di Kabin

Air hujan dapat masuk ke dalam kabin mobil lewat sela-sela pintu dan kaca, khususnya kalau karet pelindungnya sudah getas atau lupa menutup rapat jendela. Karena tidak dibersihkan, akibatnya timbul bau tidak sedap pada door trim dan karpet mobil.

 

Air juga bisa masuk lewat kolong atau dek mobil ketika kena banjir, atau dapat pula terbawa oleh kaki penumpang yang basah dan kotor. Karena tidak terdeteksi dan dibersihkan, akhirnya memicu bau apak pada peredam atau karpet mobil.

 

Solusi

Saat membersihkan interior mobil, bersihkan pula area di sela-sela pintu dan kaca mobil, termasuk bagian bagasi. Perhatikan juga bagian kolong jok, dasbor, karpet dan peredam dari kemungkinan lembap. Segera bersihkan dan keringkan di bawah sinar matahari yang terik untuk menghilangkan bau apak.

 

4. Serangan Karat

Air hujan memiliki kandungan mineral yang tinggi, sehingga punya daya korosi yang dapat mengikis lapisan cat mobil. Ditambah, tingkat keasaman hujan di daerah perkotaan juga tergolong tinggi. Akibatnya, korosi mudah menyerang bagian mobil yang lemah.

 

Kolong mobil adalah bagian yang paling rawan karat, khususnya sasis akibat sering terkena kotoran dari cipratan roda saat melintasi jalan basah. Engsel pintu juga merupakan jalur air lewat sehingga mudah muncul karat bila tidak dibersihkan.

 

Setiap mobil memiliki jalur air agar tidak menggenang, tetapi bila tidak dikeringkan berpotensi menimbulkan karat. Selanjutnya adalah atap yang paling sering lupa dibersihkan. Ruang mesin berisiko karatan karena kotoran yang naik dari kaki-kaki mobil bagian depan.

 

Solusi

Hindari mencuci di bawah pohon karena ada risiko terkena getah pohon dan kotoran binatang, atau mencuci di malam hari karena mobil susah kering dan menjadi lembap. Jangan mencuci mobil di bawah terik matahari yang membuat air cepat menguap padahal kotoran masih menempel.

 

Segera perbaiki bodi mobil yang rusak di bengkel resmi Toyota. Lakukan pelapisan ulang anti karat di bawah dek, kaki-kaki mobil, dan bagian dalam sepatbor, serta rongga di dalam ruang mesin dan panel pintu. Bisa juga dilakukan di bengkel resmi Toyota, perlindungan terhadap karat tetap terjaga optimal.

Latest Article
Back to top