Skip to main content

Search Modal

Alasan Ban Depan Mobil Lebih Cepat Aus Daripada Ban Belakang, Bisa Memicu Kecelakaan Kalau Diabaikan

Main Area

Main

Alasan Ban Depan Mobil Lebih Cepat Aus Daripada Ban Belakang, Bisa Memicu Kecelakaan Kalau Diabaikan

Saat ini penggerak roda depan (FWD) sudah semakin jamak di mobil baru Toyota. Sistem ini membuat komponen penggerak lebih sedikit dan efisien dalam menyalurkan tenaga karena mesin maupun roda yang diputar berada di depan.

 

Kondisi ini memunculkan pertanyaan, apakah skema ini membuat ban depan menjadi lebih cepat aus? Karena seperti diketahui, ban merupakan komponen penting kendaraan karena bersentuhan langsung dengan aspal. Ban juga menjadi salah satu faktor penentu keselamatan dan kenyamanan perjalanan.

 

Begitu ban bermasalah, risiko celaka siap mengintai. Kondisi telapak ban yang sudah tipis akan berpengaruh terhadap daya cengkeram ban ke aspal, khususnya di jalan basah. Potensi aquaplaning akan semakin besar ketika ban sudah aus.

 

Mengingat daya cengkeram turun, Anda juga akan kesulitan mengendalikan di jalan normal. Meskipun penggantian dilakukan secara bersamaan, rata-rata ban depan akan lebih cepat menipis dibandingkan ban belakang. Lebih cepatnya ban depan aus dipengaruhi oleh beberapa hal:

 

1. Beban dari Bobot Kendaraan

Beban dari bobot kendaraan di depan lebih besar dari belakang dengan adanya mesin, transmisi, dan sistem penggerak lainnya. Pada mobil hybrid, ada tambahan motor listrik. Ban depan menanggung beban lebih besar sehingga telapaknya bakal lebih cepat habis.

 

2. Menerima Dampak dari Pengereman Mobil

Ban depan menerima beban pengereman lebih besar ketimbang belakang sehingga membuat gaya tekan yang diterima juga lebih besar. Kebiasaan hard braking juga membuat ban depan lebih cepat aus dan risiko celaka jika gagal.

 

3. Beban dari Akselerasi Mobil

Hampir semua mobil Toyota di Indonesia menggunakan penggerak roda depan (FWD). Saat akselerasi, ban depan menerima beban yang cukup besar ketika menyalurkan tenaga dari mesin agar dapat berputar dengan baik.

 

4. Ban Depan Mengendalikan Arah Mobil

Ban depan dipakai untuk mengendalikan arah atau manuver kendaraan sehingga telapak ban lebih mudah aus guna menjaga grip ban ke aspal jalan. Tidak heran bila kemungkinan botak lebih besar pada ban depan.

 

5. Cara Berkendara yang Agresif

Cara berkendara juga berpengaruh terhadap tingkat keausan ban, khususnya agresivitas saat mengendalikan kemudi. Semakin agresif di jalan, otomatis ban depan bekerja lebih keras dan membuat telapaknya semakin cepat aus.

 

6. Tekanan Udara Ban Kurang

Tekanan udara ban yang kurang juga mempercepat keausan ban depan yang sudah bekerja keras saat dikendarai. Makanya, pastikan tekanan udara ban depan sesuai rekomendasi pabrikan untuk menjaga kinerjanya.

 

7. Jangan Lupakan Rotasi Ban

Rotasi ban berperan dalam mendistribusikan berat mobil secara merata dan mencegah ban tertentu menanggung beban lebih banyak. Mengabaikan rotasi ban bisa mengakibatkan penerapan gaya yang tidak merata, yang menyebabkan ban depan botak sejak dini.

 

Melihat pentingnya ban mobil, sebaiknya Anda tidak melupakan kondisinya. Servis berkala di bengkel resmi Toyota membantu menjaga kondisi ban mobil, termasuk melakukan rotasi ban supaya tingkat keausannya lebih merata.

Latest Article
Back to top