Skip to main content

Search Modal

Belajar Electric Power Steering yang Bikin Manuver Mobil Lebih Ringan dan Mudah, Minim Perawatan Juga

Main Area

Main

Belajar Electric Power Steering yang Bikin Manuver Mobil Lebih Ringan dan Mudah, Minim Perawatan Juga

Power steering merupakan fitur pada kendaraan yang memberikan kemudahan saat manuver. Perangkat ini memberikan tambahan tenaga ketika setir diputar yang membuat putaran kemudi menjadi lebih ringan, sehingga membantu pengemudi dalam mengendalikan kendaraan seperti di area parkir.

Di awal kehadirannya, power steering memanfaatkan sistem hidraulis yang menggunakan cairan sebagai media untuk meringankan putaran setir. Namun sekarang, sistem tersebut mulai digantikan oleh Electric Power Steering (EPS) atau power steering elektrik yang lebih sederhana dan minim perawatan.

Motor listrik dipakai untuk meringankan beban pada tangan pengemudi saat memutar setir. EPS menggunakan sensor yang membaca input pengemudi ketika memutar setir, yang kemudian mengirim sinyal kepada motor listrik untuk memutar batang setir di dalam rumah kemudi. Sekarang seluruh model Toyota di Indonesia sudah menggunakan EPS.

Keuntungan Electric Power Steering

Electric Power Steering sudah tidak lagi menggunakan cairan power steering yang wajib diperhatikan kondisinya secara berkala. Selain itu, EPS tidak lagi membebani putaran mesin sehingga konsumsi bensin lebih hemat dan performa mesin lebih baik.

Karena sudah tidak lagi memanfaatkan fluida, EPS ringkas secara mekanikal dan biaya perawatannya lebih ringan. Kerjanya juga lebih responsif, stabil, dan efisien. EPS lebih mudah dalam mengatur steering effort tergantung kecepatan kendaraan lantaran dilengkapi modul pengendali dan memiliki karakteristik fail safe sehingga masih dapat berfungsi apabila rusak.

Komponen Power Steering Elektrik

1. Electronic Control Module (ECM): memiliki fungsi sebagai pengontrol kinerja EPS secara keseluruhan.

2. Motor Listrik: membantu meringankan putaran kemudi. Kinerja motor listrik dikendalikan oleh ECM sesuai kebutuhan dan keinginan pengemudi.

3. Vehicle Speed Sensor: berfungsi untuk mendeteksi kecepatan kendaraan yang menentukan EPS perlu diaktifkan atau tidak di kecepatan tinggi.

4. Torque Sensor: bertugas memberitahu ECM bahwa kemudi sedang diputar oleh pengemudi untuk memberikan output tenaga tambahan.

5. Clutch: sistem kerjanya adalah menghubungkan dan melepaskan motor listrik dengan steering main shaft sesuai kondisi berkendara.

6. Noise Supressor: mendeteksi mesin sedang bekerja atau tidak untuk mengoperasikan EPS. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan pada EPS jika kemudi diputar dalam posisi mesin mati.

7. On-Board Diagnosis Display: merupakan indikator kinerja EPS pada panel instrumen untuk memberitahu pengemudi andai ada masalah pada perangkat ini.

Komponen mekanikal untuk memutar roda masih sama dengan setir non EPS. Seperti ball joint, tie-rod, steering house, steering column, steering gear box, steering linkage, dan dust boot.

Cara Kerja Electric Power Steering

Electric Power Steering menggunakan motor listrik yang berhubungan langsung dengan batang setir (steering column) untuk membuat putaran setir semakin ringan. Biasanya motor penggerak EPS diletakkan di bawah dasbor atau di ruang mesin tergantung konstruksi kendaraan.

Perintah kerja motor listrik EPS diberikan oleh ECM yang membaca respons pengemudi terhadap setir dan kinerja mobil seperti kecepatan aktual dan sudut belok. Begitu mesin dihidupkan, noise suppressor langsung memberikan informasi pada ECM untuk stand-by.

Control module kemudian mengaktifkan sistem EPS dan kopling langsung menghubungkan motor EPS dengan batang setir. Sementara itu, torque sensor menyampaikan informasi arah dan kecepatan putaran setir ke ECM saat pengemudi mulai memutar setir.

Berdasarkan input dari Torque Sensor, komputer akan mengatur besarnya arus listrik ke motor listrik agar bisa berputar sesuai arah dan kecepatan yang diminta. Dalam prosesnya, Vehicle Speed Sensor akan terus membaca kecepatan mobil di jalan.

Alhasil ketika mobil mencapai kecepatan tertentu, biasanya di atas 80 km/jam, sensor ini akan menginformasikan ECM untuk menonaktifkan EPS. Karena setir yang terlalu ringan akan membuat pengemudi tidak dapat ‘merasakan’ daya cengkeram ban ke aspal.

Saat melaju di kecepatan tinggi, situasi tersebut justru berbahaya karena driver tidak tahu sudut dan arah kemudi, serta seberapa banyak harus memutarnya. Untuk itu, setir dibuat menjadi lebih berat supaya mobil tetap bisa dikendalikan dengan baik sebagai safety factor.

Tidak kalah penting, control module juga bertugas mendiagnosa jika ada kerusakan atau malfungsi pada sistem EPS. Saat terdeteksi ada kerusakan, maka lampu indikator EPS pada panel instrumen akan menyala atau berkedip sesuai jenis kerusakan yang terjadi.

Perhatikan Posisi Motor Listrik EPS!

Beberapa mobil memasang motor listrik EPS di bagian bawah kolom setir. Jika air dari banjir merendam, motor listrik bisa rusak dan harus diganti. Ada juga motor listrik EPS yang diletakkan di bagian dalam kabin, tepatnya di atas pedal gas sehingga relatif aman ketika banjir.

Pastikan di mana letak motor listrik EPS mobil Anda dengan mempelajari buku manual kendaraan atau bertanya pada Service Advisor bengkel resmi Toyota. Demi keamanan EPS dan komponen kendaraan lainnya, khususnya yang memiliki sistem elektronik, sebaiknya Anda menghindari jalan banjir.

Latest Article
Back to top